Spotlight

  • Rekomendasi Pencegahan Serangga TOMCAT (Paederus fuscipes)

    Berdasarkan hasil Monitoring dan pengamatan terhadap perkembangan serangga Tomcat(Paederus Fuscipes)pada periode bulan Maret 2012, serangga ini mulai menyebar ke pemukiman penduduk yang ada di wilayah Kabupaten Bandung. Sehubungan dengan hal tersebut…

Berita

Rumah Adat Sunda yang Sakral

Posting 2008-05-12

    Sang juru kunci situs tersebut, H. Enggin Wasya Sasmita (85) menceritakan, di dalam kamar Bumi Alit Kabuyutan terdapat benda-benda pusaka yang memiliki kekuatan gaib, seperti keris, pedang, dan tombak. Benda-benda ini dikeluarkan dan dicuci dengan air kelapa saat Maulid Nabi Muhammad saw. Selain itu, di kamar itu juga sebagai tempat menyimpan berbagai sesaji yang dibawa peziarah.

    Setiap malam Kamis dan Senin ada peziarah yang datang untuk bersemedi. Rata-rata mereka datang dengan segala masalah dan kesusahan, seperti masalah rumah tangga, jodoh, atau ingin usahanya lancar. Mereka membawa sesaji berupa kopi pahit, telur ayam kampung, kelapa muda, ketan, dan lain-lain, ungkap Enggin yang menjadi generasi ke-14 untuk menjaga situs tersebut.

    Menurut dia, yang datang bersemedi rata-rata berusia 20 sampai 60 tahun, laki-laki dan perempuan. Selama dua hingga empat malam, mereka bersemedi sendiri, tanpa keluar Situs Bumi Alit Kabuyutan. Tidak makan dan minum karena konsentrasi berdoa, salat, dan zikir kepada Sang Khalik agar keinginan hati tercapai.

    Ia berpendapat, bersemedi di Situs Bumi Alit Kabuyutan bukanlah kegiatan yang musyrik karena pada intinya mereka memohon kepada Allah SWT, bukan kepada makhluk gaib atau sejenisnya. Benda-benda sesaji yang disyaratkan tersebut memiliki makna filosofis tertentu yang mendukung kegiatan semedi.

    Situs Bumi Alit Kabuyutan merupakan cagar budaya yang tidak dijadikan objek wisata. Situs ini tidak dijadikan objek wisata, nanti terlalu ramai dan tidak tertib lagi, dan kesakralannya hilang. Kalau mau semedi saja yang bersangkutan harus puasa dulu dan ada ’permisi’-nya untuk masuk ke dalam rumah.

    Ia menjelaskan, situs biasanya ramai saat Mauludan karena ada upacara khusus. Akan tetapi, para peziarah yang ingin bersemedi dapat terus datang. Mereka biasanya tahu dari orang-orang yang pernah datang. Enggin dan masyarakat di Ds. Lebakwangi Batukarut sama-sama menjaga kelestarian situs ini. Kami ingin tetap menjaga nilai-nilai tradisi, budaya, dan seni yang terkandung dalam Situs Bumi Alit Kabuyutan ini. Ini adalah warisan leluhur.

 

 

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat, Senin 12 Mei 2008 

 



 

Selanjutnya

Kabuyutan Cikondang tak Pernah Dapat Bantuan Dana

Posting 2008-05-12

    Juru kunci Kabuyutan Cikondang, Anom Samsa (51) mengatakan, untuk biaya perawatan rumah adat berusia 304 tahun itu, dia harus merogoh koceknya sendiri. Padahal, untuk biaya pemeliharaan atau untuk mengganti pagar bambu saja, biayanya cukup…


Sebelumnya

44 Calon Petugas Haji Ikuti Tes

Posting 2008-05-09

    Demikian disampaikan Kepala Seksi Penyelenggara Haji Kab. Bandung, Drs. H. Dadi Rusmayadi, saat membuka pelaksanaan tes tertulis di Aula Pondok Pesantren Al-Ihsan, Jln. Adipati Agung Baleendah, Kamis (8/5).     Menurut Dadi, para calon petugas…


 

Profile Kepala Daerah

profile kepala daerah

Agenda

Sejarah Kabupaten Bandung

Buletin Kartaraharja

Pelayanan Informasi Publik

Informasi Lelang

Suara Anda



Web Statistic

    Hari ini : 48 hits
    Kemarin : 1.094 hits
    Terbanyak : 8.970 hits (14-05-2012)
    Rata-rata : 1.291 hits per hari
    Total : 185.864 hits