Berita

Karyawan BKPP Kab. Bandung Panik Teror Bom Kembali Terjadi

Kamis, 13 November 2008

 

     Akibat teror tersebut, puluhan pegawai BKPP berhamburan keluar dan menghentikan seluruh aktivitasnya hingga waktu kerja usai, meskipun akhirnya ancaman dari penelpon tersebut tidak terbukti. Kejadian teror ini merupakan yang kedua kalinya terjadi di lingkungan perkantoran Pemkab Bandung, setelah sebelumnya Senin (10/11), Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Bandung mendapatkan ancaman serupa.

    Berbagai keterangan yang dihimpun  kemarin menyebutkan, teror yang dilakukan seorang penelepon gelap laki-laki bersuara datar tersebut pertama kali diterima oleh salah seorang staf Sekretariat BKPP, Kania Sumiati (40).

    Saat itu Kania yang sedang bekerja seperti biasa dan kebetulan berdekatan dengan pesawat telepon menerima sebuah telepon masuk. Saat diangkat, tiba-tiba seorang lelaki dengan nada bicara datar mengatakan tinggalkan ruangan ini karena sudah dipasang bom sebanyak dua kali.

    Mendengar ancaman itu, wanita berjilbab tersebut setengah berteriak mengatakan adanya ancaman bom dan didengar oleh beberapa pegawai. Spontan semua keluar karena ketakutan dan saya pun mendengar itu gemetar. Tanpa komando selain para pegawai BKPP, beberapa pengunjung yang sedang mempersiapkan mengikuti tes menjadi CPNS (calon pegawai negeri sipil) panik dan terpaksa dievakuasi keluar ruangan.

    Diutarakan Kania, setelah menerima telepon ancaman tersebut, seorang cleaning service disuruh untuk menanyakan nomor telepon yang masuk ke line kantor tersebut ke Kantor Telkom yang berada tak jauh dari perkantoran pemkab. Namun petugas Telkom tidak memberitahukannya, kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

    Petugas Satpol PP yang mendapatkan laporan tersebut sekitar pukul 13.00 WIB, memberitahukan hal tersebut kepada petugas Polsek Soreang dan tak lama kemudian mendatangi lokasi Kantor BKPP. Disebutkan Kania, saat dia menerima telepon gelap tersebut, sumber suara di seberang sana tanpa jelas jauh dari kebisingan. Sangat jelas terdengar, hanya saja ancaman persisnya tidak begitu jelas karena keburu ketakutan.

    Pemantauan kemarin, meskipun di lokasi kantor tersebut telah mendapat teror bom dan para pegawai sudah berada di luar tidak memperlihatkan kekhawatiran. Para pegawai bahkan sesekali masuk ke dalam ruangan untuk mengambil perlengkapan kerja mereka yang tertinggal di dalam. Ini mah kerjaan orang iseng saja, celetuk seorang pegawai.Tim Gegana Polda Jabar yang ditunggu untuk melakukan penyisiran di kantor tersebut hingga kemarin sore tidak juga datang. Aparat kepolisian memperkirakan ancaman tersebut hanya perbuatan iseng.

 

 

 

Sumber : Harian Umum Galamedia, Kamis 13 November 2008 

Lainnya