Berita

Belum Cair, Tunjangan Ribuan Guru Madrasah

Rabu, 30 September 2009

    Para guru sebenarnya berharap agar sebelum Idulfitri, uang tunjangan fungsional sudah cair sebagai tunjangan hari raya (THR). Namun, sampai hari ini ternyata uang tunjangan tersebut belum juga cair, kata Dini, salah seorang guru madrasah ibtidaiah (MI), di Kab. Bandung, Selasa, (29/9).

    Sebelumnya, para guru mendapatkan informasi dari kepala sekolah dan kelompok kerja madrasah (KKM) bahwa pencairan uang tunjangan akan dilakukan pada awal Ramadan. Namun, sampai Lebaran pun uang tunjangan April hingga Juni, belum juga cair. Kalau dari April-Juni saja belum cair, bagaimana dengan pencairan tunjangan bulan Juli - September yang pencairannya seharusnya disatukan dengan April-Juni?.

    Kenyataan itu diakui Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama di Sekolah Umum (Mapenda) Kandepag Kab. Bandung Hj. Neneng Suwanengsih, S.Ag., ketika ditemui di ruang kerjanya. Jumlah guru honorer yang menerima tunjangan fungsional Kab. Bandung sebanyak 6.946 orang, yakni untuk tingkat RA/TK 1.495 orang, guru madrasah ibtidaiah (MI) 1.960 orang, madrasah tsanawiah (MTs) 2.610 orang, madrasah aliah (MA) 875 orang, dan ustaz di pesantren salafiyah enam orang.

    Neneng pun mengaku ikut merasa prihatin, ketika di malam takbiran Lebaran lalu, ia dihubungi seorang guru honorer yang menceritakan keluh kesahnya. Guru tersebut belum menerima THR dan sangat berharap kepada tunjangan fungsional.

    Menurut Neneng, Kandepag Kab. Bandung sudah membuat laporan penerimaan tunjangan dari Januari-Maret 2009 kepada Kanwil Depag Jabar. Kalau tidak ada laporan tersebut tak akan bisa mencairkan tunjangan fungsional. Rencananya, hari ini  tunjangan fungsional sudah bisa dicairkan di Bank Mandiri.

    Sedangkan Kabid Mapenda Kanwil Depag Jabar Drs. H. M. Saeroji, M.M. mengatakan, ada enam sampai delapan kabupaten yang tunjangan fungsionalnya tertahan akibat belum memberikan laporan penerimaan tunjangan Januari-Maret 2009. Kalau pihak kandepag kabupaten/kota belum menyerahkan laporan, pencairan tunjangan fungsionalnya akan tertahan.

    Dana tunjangan fungsional untuk kabupaten/kota, kata Saeroji, sudah ditransfer ke rekening masing-masing guru melalui Bank Mandiri. Nantinya setiap guru akan mencairkan tunjangannya melalui fasilitas ATM. Namun, pencairannya bisa tertahan jika kandepag kabupaten/kota belum membuat laporan.

 

 

 

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat, Rabu 30 September 2009

Lainnya