1.770 Posyandu Multifungsi Siap Dukung Ketahanan Keluarga

Kamis, 02 November 2017

Sebanyak 1.770 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) multifungsi yang tersebar di 31 Kecamatan siap melayani masyarakat Kabupaten Bandung, untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera.

Kepala Bidang Kelembagaan Partisipasi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Dra.Hj.Omy Rohmiasih.,M.Si menjelaskan, Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk 3,6 juta jiwa, kini bisa memanfaatkan posyandu multi fungsi, yang bukan hanya melayani kesehatan saja, namun lebih dari itu.

"Selain pelayanan kesehatan dan imunisasi, Posyandu juga bisa jadi pusat informasi dan konsultasi, pendidikan, ekonomi, lingkungan, serta perlindungan perempuan dan anak," ungkapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, rabu (1/1).

Ia menyampaikan pemerintah daerah bukan hanya membentuk posyandu multi fungsi, namun posyandu tersebut bisa menjadi model yang bisa memecahkan masalah dan mengangkat potensi posyandu.

"Peran serta pemerintah dan lembaga masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan posyandu multi fungsi agar tingkat kesehatan di kabupaten Bandung lebih baik," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Naser, memberikan mengapresiasi kepada kader pengelola tribina yakni BKB (bina keluarga balita), Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL) dan UPPKS (usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera), yang selama ini menjalankan peran posyandu di wilayahnya masing-masing.

"Posyandu ini bisa menjadi fungsi strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Tapi pembinaan harus dilakukan berkelanjutan, atas upaya peningkatan ini diharapkan komitmen pemerintah terutama mengenai masalah sarana prasarana dan hal-hal lain yang menunjang kegiatan Posyandu di seluruh Kabupaten Bandung dengan merata", tandas istri Bupati Bandung itu.

Menurut Teh Nia sapaan akrabnya, yang tak kalah penting yakni pengoptimalan peran kader, sebagai ujung tombak yang melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat.

"Para kader ini merupakan salah satu komponen yang memegang peranan penting. Mereka juga berperan sebagai ujung tombak fungsi ketahanan keluarga, sebagai wahana pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas," ucapnya saat menjadi pembicara pada acara pertemuan kader Tribina dan UPPKS yang dipusatkan di Gedung Dewi Sartika Soreang, Rabu (1/1).

Pada kesempatan tersebut, sebagai upaya pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat, untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan, Dia mengajak para kader sambangi pojok hasil Usaha Kecil Menengah (UKM) di Rumah Jabatan Bupati Bandung di Soreang.

Dia meyakini bahwa kesejahteraan berawal dari keluarga. Dan menurutnya keberadaan kader bisa mempengaruhi keberhasilan bahwa bangsa yang besar disokong keluarga yang kuat.

"Saya tekankan kepada seluruh kader, untuk menjalankan tanggung jawab mulia ini. Karena saat ini, peran posyandu bukan sekedar kesehatan dan imunisasi saja, tapi juga terintegrasi dengan KIA, KB, Gizi, pendidikan juga aktivitas kader tribina," pungkas Dia.

"Karena mereka juga mendukung percepatan untuk peningkatan capaian program ketahanan keluarga," cetusnya.

Teh Nia mendorong kader agar lebih kreatif dalam menciptakan celah untuk peningkatan ekonomi keluarga. Melalui keaktifan kader lanjutnya, segala informasi, pengetahuan dan pelatihan harus dikembangkan lebih inovatif.

"Celah peningkatan ekonomi itu, harus diciptakan sendiri, jangan menunggu. Manfaatkan segala pengetahuan, informasi juga fasilitas lain yang diperoleh, imbuhnya dihadapan ratusan kader itu. Selain peran kader tambahnya, para Perangkat Daerah (PD) juga memiliki tanggungjawab besar bagi terbangunnya kesejahtetaan keluarga.

Press Release Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Upaya pemerintah dalam penertiban pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) terus dilakuka
Panglima Kodam III Siliwangi Doni Monardo, menyatakan keterbukaanya untuk bersama-sama turun membang