2018, Tercatat 313 Kasus Kebakaran

Kamis, 10 Januari 2019

Kawaludin, ‘Jangan Gunakan Kabel Instalasi Non SNI’

Sepanjang tahun 2018, terjadi 313 kasus kebakaran di wilayah Kabupaten Bandung. Menurut data yang didapat dari Pusat Pengendali Operasi dan Komunikasi (Pusdalops) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bandung, sebesar 46,32% atau 145 kasus menimpa rumah tinggal penduduk, 11,18% (35 kasus) menimpa gudang, 4,79% (15 kasus) pabrik dan 37,69% (118 kasus) lainnya.

Kepala Disdamkar Kabupaten Bandung Ir. H. Kawaludin mengimbau kepada warga masyarakat, agar senantiasa waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran.

“Perhatikan kabel instalasi listrik di rumah, jangan menggunakan kabel yang tidak berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI). Jangan sampai tergiur produk berharga murah namun dari segi keamanan tidak terjamin. Selain itu, hindari memasang banyak steker pada satu terminal, karena hal ini sangat berisiko menyebabkan korslet,” imbau Kawaludin saat ditemui di ruang kerjanya di Soreang, Rabu (09/01/2019).

Sebagai penambahan armada, pada bulan Oktober tahun lalu, pihaknya telah menerima hibah empat unit Mobil Pemadam Kebakaran (MPK) dari Jepang. Kehadiran MPK canggih dari Japan Firefighter Association (JFA) ini, diharapkan semakin memaksimalkan kinerja jajarannya dalam menangani setiap laporan warga.

“Kami berharap kinerja jajaran kami dalam merespon setiap laporan, akan semakin meningkat. Kami juga berterimakasih atas warga masyarakat yang secara cepat melaporkan setiap kejadian. Jika di wilayahnya terjadi kebakaran, silakan hubungi pos terdekat. Untuk Pos Soreang 022-5891113, Pos Ciwidey 022-85922231, Pos Ciparay 022-5951992, Pos Majalaya 022-84222950, Pos Kertasari 083112781357, Pos Cicalengka 022-7949113 dan Pos Cileunyi 022-63740019,” papar Kawaludin.

Kepala Seksi Pengendali Operasi dan Komunikasi Disdamkar Kabupaten Bandung Endang Sri Hartanti menguraikan, kasus kebakaran paling banyak terjadi di triwulan 3 yaitu bulan Juli sampai Agustus. “Dari 313 kasus, sebanyak 136 kasus terjadi di triwulan 3. Dari jumlah ini, sebanyak 51 kasus menimpa rumah tinggal penduduk, dan penyebab utamanya hubungan pendek arus listrik (korsleting),” terang Endang Sri Hartanti saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (09/01/2019).

Selain rumah tinggal, gudang dan pabrik, masih di triwulan yang sama kebakaran juga sering terjadi di lahan kosong (ilalang). Tanti, sapaan akrabnya, menyebut terbakarnya lahan kosong tersebut, dikarenakan memasuki musim kemarau.

“Triwulan 3 memasuki musim kemarau banyak lahan kosong yang terbakar, yaitu sebanyak 42 kasus dari keseluruhan 66 kasus ilalang terbakar di tahun 2018. Sedikit gesekan ranting saja, atau dibuangnya puntung rokok yang masih menyala dapat memicu kebakaran yang cukup besar. Disamping itu, meskipun jumlahnya tidak banyak, kasus kebakaran kandang ternak, warung/toko dan kendaraan juga terjadi di 2018,” urai Tanti.

Selain kebakaran, jelas Tanti, Diskar juga menerima dan menangani beragam laporan. Dari 159 laporan yang diterima pihaknya, sebagian besar terkait sarang tawon. “Sebanyak 109 dari 159 laporan warga, adalah terkait evakuasi sarang tawon. Laporan lainnya antara lain terkait pohon tumbang, evakuasi hewan, penyelamatan orang tenggelam dan lain-lain,” jelasnya.

Sumber: Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Drs. H. Teddy Kusdiana mengimbau seluruh aparat Pemerint
Suhu di Kabupaten Bandung semakin terasa dingin di musim kemarau, bahkan hingga mencapai 18 derajat