Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan

Renstra Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan

Selasa, 04 Juni 2013

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

 

Rencana Program dan Kegiatan

Dalam rangka perencanaan  program dan kegiatan diperlukan elemen pokok pendukung lain berupa: Indikator kerja sebagai parameter penilaian dari keberhasilan program dan kegiatan, kelompok sasaran merupakan objek dari program/kegiatan dan pendanaan indikatif sebagai indikasi awal besaran dana yang diperlukan untuk terlaksananya program dan kegiatan. Berikut adalah program/kegiatan, indikator kerja, kelompok sasaran serta pendanaan indikatif dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan.

 

Rencana Program dan Kegiatan Propinsi Jawa Barat dan Nasional

            Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Propinsi Jawa Barat tahun 2008-2013 dan sesuai dengan misi 2 Propinsi Jawa Barat yaitu meningkatkan pembangunan perekonomian regional berbasis potensi lokal yang mencakup bidang pertanian dan bidang ketahanan pangan, yang meliputi program:

1.   Program Peningkatan Ketahanan Pangan

2.   Program Peningkatan Produksi Pertanian

3.   Program Pemberdayaan Sumberdaya Pertanian

4.   Program Pemasaran dan pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan

Selanjutnya sesuai dengan misi 4 Propinsi Jawa Barat: meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan di bidang kehutanan, yang dilaksanakan melalui:

1.    Program Pemantapan Kawasan Lindung

2.    Program Peningkatan Efektivitas Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup

3.    Program  Pengembangan Agribisnis

4.    Program Perencanaan, Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan 

Disamping itu, dalam mewujudkan rencana strategis 2011-2015 Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan, program nasional di bidang pertanian dan perkebunan yang akan dilaksanakan meliputi:  

1.   Program Peningkatan  Produksi,  Produktivitas,  dan Mutu  Tanaman  Pangan untuk Mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan 

2.   Program Peningkatan    Produksi,    Produktivitas,    dan   Mutu    Produk    Tanaman Hortikultura Berkelanjutan

3.   Peningkatan Produksi,  Produktivitas,  dan Mutu  Tanaman  Perkebunan Berkelanjutan

4.   Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian

5.   Program Peningkatan Nilai  Tambah,  Daya Saing,  Industri  Hilir, Pemasaran  dan Ekspor Hasil Pertanian

6.   Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat

7.   Program  Penciptaan Teknologi dan Varietas Unggul Berdaya Saing

Program nasional di bidang kehutanan yang akan dilaksanakan meliputi:

1.   Program Pemantapan Kawasan Hutan

2.   Program Rehabilitasi hutan dan peningkatan daya dukung DAS

3.   Program Revitalisasi pemanfaatan hutan dan industry kehutanan

4.   Pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan

 

Rencana Program dan Kegiatan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kabupaten Bandung tahun 2011-2015 pada misi 3 dan 7 serta guna mendorong tercapainya sasaran peningkatan konstribusi sektor pertanian pada PDRB sebesar 2.19%, maka diharuskan Program dan Kegiatan utama dapat tercapai dengan baik. Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada jangka waktu 5 tahun mendatang, meliputi:

1.   Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

(1)  Pelatihan petani dan Pelaku Agribisnis

2.   Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/Perkebunan

(1)  Penyusunan Database Potensi Produk Pertanian/Perkebunan

(2)  Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian

(3)  Pengembangan Intensifikasi Tanaman Padi/Palawija

(4)  Pengembangan Diversifikasi Pangan

(5)  Pengembangan Pertanian pada Lahan Kering

(6)  Pengembangan Perbenihan dan Pembibitan

(7)  Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian

(8)  Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Produk Pertanian/Perkebunan

3.   Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan

(1)  Penelitian dan Pengembangan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan

(2)  Promosi atas Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan Unggul Daerah

(3)  Pembangunan Pusat-pusat Penampungan Produksi Hasil Pertanian/Perkebunan

4.   Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan

(1)  Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian/perkebunan tepat Guna

(2)  Pemeliharaan Rutin/Berkala Prasarana Teknologi Pertanian/Perkebunan

5.   Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

(1)  Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/Perkebunan

(2)  Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan

6.   Program Pemanfataan Potensi Sumberdaya Hutan

(1)  Pengembangan Hasil Hutan Non-Kayu

(2)  Pengembangan Industri dan Pemasaran Hasil Hutan

7.   Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan

(1)  Pembuatan Bibit Tanaman Kehutanan

(2)  Peningkatan Peran Serta Masayarakat dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan

8.   Program Perlindungan dan Konservasi Hutan

(1)  Pengembangan Pengujian dan Pengendalian Peredaraan Hasil Hutan

(2)  Sosialisasi pencegahan dan Dampak kebakaran Hutan dan Lahan

            Selain itu program dan kegiatan tersebut, dalam pencapaian arah kebijakan, sasaran, dan tujuan pembangunan pertanian, perkebunan, dan kehutanan di Kabupaten Bandung, didorong melalui penitikberatan pada program unggulan, yaitu:

1.   Pengembangan pertanian organik

2.   Pengembangan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan agribisnis berbasis komoditas unggulan lokal

3.   Pengembangan rumah kemasan

4.   Konservasi hutan dan lahan melalui pengembangan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing 

 

Indikator Kinerja dan Kelompok Sasaran

Sasaran pertama adalah Peningkatan PDRB Sektor Pertanian Sebesar 2,19%. Dalam mendorong tercapainya sasaran tersebut, maka di fokuskan terhadap program/kegiatan peningkatan ekonomi dari sektor pertanian.

 

Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

Kegiatan Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis. Keberhasilan kegiatan tersebut diindikasikan dalam beberapa capaian sebagai berikut; (1) Berkembangnya kelompok usaha agribisnis hortikultura di kecamatan Pangalengan, Kertasari, Cimaung, Rancabali, Ciwidey, Pasirjambu, Cimenyan, Arjasari, Banjaran, Pacet, Paseh, dan Ibun (2) Meningkatnya kemampuan, keterampilan pelaku agribisnis hortikultura (penerapan GAP/GHP/GMP kelompok usaha stoberi, adopsi teknologi sub sistem hulu untuk komoditas buah-buahan/tanaman hias, penerapan teknis pengendalian OPT, kelompok tani pasca panen serta pengolahan hasil, pengembangan penakar benih, penerapan teknologi budidaya pertanian organik, peningkatan kemampuan manajemen agribisnis dan wirausaha hortikultura). (3) Terfasilitasinya proses kemitraan usaha agribisnis berbasis komoditas hortikultura (sayuran eksklusif, stroberi, buha-buahan dan tanaman hias).

 

Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Meningkatnya Produksi Tanaman Pangan, Produktivitas Bahan Pangan di Tahun 2015, Menurunnya Kehilangan Hasil Tanaman Pangan sebesar 0.2-5% per Tahun dan berkembangnya kelompok usaha agribisnis berbasis komoditas tanaman pangan dan perkebunan menjadi target utama dalam program peningkatan ketahanan pangan. Program tersebut meliputi kegiatan:

1.  Penyusunan Database Potensi Produk Pangan.

Keberhasilan penyusunan database tersebut diukur dari parameter sebagai berikut; (1) Terbentuknya website dan multimedia pertanian. (2) Pengembangan Local Area Network (LAN). (3) Tersusunnya laporan database produk pangan. (4)Tersusunnya inventarisasi alat mesin pertanian dan OPT bulanan maupun tahunan. (5) Fasilitasi petugas pengumpul data statistik pertanian. (6) Sinkronisasi data dan informasi statistik pertanian. (7) Tersusunnya data potensi dan pelaku usaha agribisnis komoditas unggulan pertanian, perkebunan dan kehutanan. (8) Perencanaan Pembangunan Pertanian, Pertanian dan Kehutanan berupa: Rencana Strategis, Rencana Kerja, Roadmap pembangunan, peta sentralisasi komoditas unggulan serelia, peta komoditas unggulan hortikultura, (9) Feasibility pengembangan agribisnis komoditas unggulan. (10) Feasibility studi pengembangan usaha pupuk organic dan agribisnis dalam integrasi manajemen berbagai sektor.

 

2.  Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian (Tanaman Pangan).

Indikator kegiatan ini adalah; (1) Meningkatnya mutu dan produktivitas padi organik. (2) Sertifikasi produk padi organik. (3) Penumbuhan  forum kemitraan bisnis produk organik. (4) Sosialisasi dan penerapan aturan SPS (sanitary and phytosanitary). (5) Penumbuhan grup pasca panen.Feasibility study pengembangan agribisnis tanaman pangan. (6) Inventarisasi pelaku olahan hasil pertanian dan penggilingan padi, jagung dan ubi kayu. (7) Meningkatnya penanganan hasil pertanian tanaman pangan; (8) Peningkatan aksesibilitaas petani terhadap lembaga permodalan.

 

3.  Pengembangan Intensifikasi Tanaman Padi/Palawija

Kegiatan ini mempunyai indikator; (1) Pengembangan pertanian organik dalam hal luas areal, jumlah kelompok tani, kinerja, mutu dan kemitraan terhadap penyedian pupuk organik. (2) Berkembangnya agribisnis jagung dan ubi kayu. (3) Kajian dan pemetaan potensi lahan pertanian. (4) Monitoring dan evaluasi agribisnis tanaman pangan. (5) Meningkatnya produksi dan produktivitas tanaman pangan (padi, jagung dan ubi kayu). (6) Optimalisasi luasan budidaya serelia, umbi dan kacang-kacangan. Pengembangan intensifikasi tanaman padi/palawija dilaksanakan untuk 36.212 hektar di Kecamatan Majalaya, Ciparay, Solokanjeruk,Baleendah, Banjaran, Arjasari,Cimaung, Kutawaringin, Soreang, cicalengka,Rancabali, Pasen, ibun, Bojongsoang, Cimaung, Pameungpeuk, Nagreg, Cikancung, Cicalengka, Arjasari, dan Cilengkrang.

4.  Pengembangan Diversifikasi Pangan.

Kegiatan ini dapat dinilai dari indikasi keberhasilan sebagai berikut; (1) Berkembangnya diversifikasi tanaman pangan untuk umbi-umbian dan kacang-kacangan yang tepat dan berkelanjutan dalam hal peluasan lahan, jumlah kelompok usaha, kinerja, mutu dan produktivitas di Kecamatan Cimaung, Nagreg, Cicalengka, Cilengkrang, Arjasari, Cimenyan,Arjasari, Cimaung, Cikancung; dan (2) Monitoring dan evaluasi agribisnis tanaman pangan.

5.  Perkembangan Pertanian Lahan Kering

Indikasi keberhasilan kegiatan ini adalah;(1) Pengembangan pertanian hortikultura organik dalam hal perluasan areal, jumlah kelompok usaha, kinerja, mutu, produktivitas dan sertifikasi sebagai pengakuan dari masyarakat di Kecamatan Pangalengan, Pasirjambu, Ciwidey, Arjasari; (2) Pengembangan usaha agribisnis stroberi untuk menunjang pengembangan OVOP di wilayah Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali. (3) Meningkatnya sistem pengawan dan pengendalian sarana produksi untuk menunjang konservasi di DAS hulu dan daerah rawan bencana. (4) Meningkatnya aksesibilitas terhadap lembaga permodalan. (5) Monitaring dan evaluasi.

6.  Pengembangan Perbenihan dan Pembibitan

Kegiatan ini mempunyai indikasi keberhasilan berikut; (1) Terfasilitasinya penyediaan benih bermutuu dalam mendukung produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan. (2) Berkembangnya benih lokal melalui teknologi mutu benih dan penerapan sistem pengujian benih pada tanaman pangan hortikultura.(3) Tersusunnya roadmap peningkatan kualitas lembaga perbenihan lokal. (4) Monitoring dan evaluasi pengembangan benih.

7.  Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Pangan

Indikator kegiatan ini adalah; (1) Pengembangan kemitraan usaha agribisnis produk higienis berbasis komoditas perkebunan; (2)Tersusunnya dokumen perencanaan dan pengawasan pengembangan agribisnis perkebunan serta pengolahan lahan dan air melalui kegiatan konservasi; (3) Terkendalinya serangan OPT di wilayah konservasi lahan perkebunan; dan (4) Monitoring dan evaluasi forum kemitraan, pengembangan green product dan konservasi lahan.

8.  Peningkatan Produksi, Produktifitas dan Mutu produk perkebunan, Produk Pertanian

Indikator kegiatan ini adalah; (1) Berkembangnya agribisnis tembakau seluas 250 hektar di Kecamatan Arjasari, Cimaung, Soreang, Pasirjambu, Kutawaringin, Ciwidey, Paseh, Ibun, Cikancung, Cicalengka, Cileunyi, dan Pacet  (2) Meningkatnya kinerja sistem pemenuhan input produksi dan peningkatan mutu hasil; (3) meningkatnya kapasitas dan kapabilitas kelembagaan petani tembakau; dan (4) Berkembangnya kemitraan usaha agribisnis tembakau  untuk menunjang peningkatan aksesibilitas pemasaran tembakau.

 

Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan

1.  Penelitian dan Pengambangan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan

Indikator kegiatan ini adalah; (1) Meningkatnya pemasaran hasil pertanian.(2) Tersusunnya jaringan informasi pelaku usaha dan harga pasar komoditas unggulan pertanian, perkebunan dan kehutanan lokal.(3) Monitoring dan evaluasi kegiatan pengembangan pemasaran hasil komoditas unggul daerah.

2.  Promosi Atas Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan Unggul Daerah

Kegiatan ini dinilai dari indikator berikut; (1) Meningkatnya jumlah pemasaran hasil pertanian, perkebuan dan kehutanan melalui pembentukan brand lokal.(2) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan promosi hasil produk pertanian/perkebuan unggul daerah

3.  Pembangunan Pusat-pusat Penampungan Produk hasil Pertanian/Perkebunan

Indikator kegiatan ini adalah berkembangnya usaha rumah kemasan serta dilakukannya monitoring dan evaluasi di Kecamatan Pangalengan, Arjasari, Pasirjambu.

 

Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna

Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian/Perkebuan Tepat Guna. Kegiatan ini berindikator sebagai berikut; (1) Terselenggaranya sistem penyediaan dan pengawasan sarana produksi tanaman pangan yang efisien dan berkelanjutan di lokasi penerapan budidaya yang tepat (bantuan traktor R-2, bantuan traktor R-4, Bantuan pompa air, penguatan UPJA pemula, penguatan UPJA berkembang, penguatan UPJA profesional, tersusunnya roadmap kebutuhan pupuk dan alsintan).(2) Terkendalinya serangan OPT dilokasi penerapan budidaya.(3) Dilakukannya kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

 

Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

1.  Penyediaan Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian/Perkebunan.

Kegiatan ini dinilai dari indikator; (1) Berkembangnya agribisnis komoditas unggulan perkebunan di Kecamatan Pangalengan, Pasirjambu, Ciwidey, Kertasari, Rancabali, Ibun, dan Pacet; (2) Terlaksananya pengembangan fasilitasi dalam pengelolaan lahan dan air melalui upaya pemberdayaan lahan pertanian, pengelolaan air irigasi pertanian dan pengembangan agribisnis perkebunan di Kecamatan Soreang, Pasirjambu, Cimenyan, Cikancung, Kutawaringin, Ibun, Nagreg, Pasirjambu, dan Soreang; (3) Peningkatan aksesibilitas petani terhadap lembaga permodalan; dan (4) Dilaksanakannya monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

2.  Pengembangan Bibit Unggul Petanian/Perkebunan

Indikator kegiatan ini adalah; (1) Meningkatnya produksi dan produktivitas komoditas hortikultura unggulan lokal rata-rata sebesar 2% per tahun; (2) Laju peningkatan produktivitas kebun/lahan usaha hortikultura; (3) meningkatnya kinerja sistem pemenuhan input; (4) Meningkatnya mutu dan produktivitas produk organik untuk penyesuaian standar kualitas dan keamanan pangan.(5) Terlaksananya pengembangan fasilitasi dalam pengelolaan lahan dan air melalui upaya pemberdayaan lahan pertanian, pengelolaan air irigasi pertanian dan pemberdayaan kelembagaan petani; (6) Dilakukannya kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Pengembangan agribisnis hortikultura di Kecamatan Pangalengan, Kertasari, Cimaung, Arjasari, Ciwidey, Pasirjambu, Rancabali, dan Cimenyan, Margaasih.

Program Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Hutan

1.  Pengembangan Hasil Hutan Non-Kayu

Indikator dari kegiatan ini adalah; (1) Pengembangan agribisnis hasil non-kayu berbasis komoditas lebah madu untuk 37 kelompok tani di Kecamatan Cicalengka, Nagreg, Cikancung, Cangkuang, Paseh, Arjasari, Pacet, Kertasari, Cimenyan, Cimaung; (2) Pengembangan agribisnis hasil non-kayu berbasis komoditas jamur tiram untuk 22 kelompok tani di Kecamatan Ciwidey, Pasirjambu, Kutawaringin, Cicalengka, Pangalengan, Soreang, Banjaran, Kertasari, dan Pacet; (3) Pengembangan agribisnis hasil non-kayu berbasis komoditas ulat sutera untuk 17 unit kelompok tani di Kecamatan Cimenyan, Pangalengan, Pasirjambu, Kertasari, Paseh, dan Cikancung; (4) Pengembangan agribisnis hasil non-kayu berbasis komoditas bambu untuk 6 kelmpok tani di Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, dan Banjaran; (5) Termanfaatkannya lahan bawah tegakan seluas 80 hektar di Kecamatan Arjasari, Cicalengka, dan Nagreg; dan (6) dilakukannya monitoring evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

2.  Pengembangan Industri dan Pemasaran Hasil Hutan

Indikator kegiatan ini adalah berkembangnya kemitraan agribisnis kehutanan serta terlaksananya monitoring evaluasi.

 

Program rehabilitasi Hutan dan Lahan

1.  Pembuatan Bibit Tanaman Kehutanan

Indikator kegiatan ini adalah (1) tersedianya 16 unit kebun bibit tanaman untuk penghijauan di Kecamatan Soreang, Kutawaringin, Katapang, Margaasih, Cangkuang, Banjaran, Pameungpeuk, Dayeuhkolot, Baleendah, Pasirjambu; (2) tersedianya kebun bibit rakyat untuk mengurangi luasan lahan kritis sebanyak 40 unit di Kecamatan Arjasari, Baleendah, Cangkuang, Cicalengka; (3) pengembangan 2.150 hektar agroforestry di Kecamatan Cikancung, Cilengkrang, Cileunyi, Cimaung, Cimenyan, Ciparay, Ciwidey, Ibun, Kertasari, Kutawaringin, Nagreg, Pangalengan, Paseh, Rancabali, Soreang, serta dilakukannya monitoring evaluasi.

2.  Pembinaan, Pengendalian dan Pengawasan rehabilitasi Hutan dan Lahan.

Kegiatan ini mempunyai indikator Meningkatnya peranserta masyarakat terhadap kepedulian lingkungan.

3.  Peningkatan Peran serta Masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Indikator kegiatan ini adalah terlaksananya pecanangan Bulan Menanam nasional, terlaksanana pencanangan JABAR hijau berbasis sekolah, Terlaksananya pembuatan bangunan sipil teknis, Penanganan rehabilitasi Lahan Kritis dan dilakukannya monitoring evaluasi di Kecamatan Cileunyi, Kertasari, Pangalengan, Cikancung, Paseh, Pacet, Arjasari, Cimaung, Baleendah, Dayeuhkolot, Pameungpeuk, Banjaran, Cangkuang, Kutawaringin, Soreang, Rancabali, Ciwidey, Pasirjambu untuk 400 hektar.

 

Program Perlindungan dan Konservasi Hutan.

1.  Pengembangan Pengujian dan Pengendalian Peredaran Hasil hutan

Indikator dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran hukum masyarakat yang menggunakan hasil hutan dengan terlaksananya sosialisasi Permenhut tentang peredaran hasil hutan dan terlaksannya pemasangan rambu/papan larangan untuk pencegahan kerusakan hutan di Kecamatan Cikancung, Cimenyan, Pasirjambu, Kutawaringin, Cwidey, Ibun, Pacet, Cilengkrang, Cimenyan, Cicalengka.

2.  Sosialisasi Pencegahan dan dampak Kebakaran hutan dan lahan

Indikator kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran hukum masyarakat pengusaha industri kayu dalam perijinan hasil dengan terlaksananya sosialisasi permenhut  tentang ijin usaha industri hasil hutan di Kecamatan Soreang, Margaasih, Kutawaringin, Pangalengan, Nagreg.

3.  Penyuluhan Kesadaran Masyarakat Mengenai Dampak Perusakan Hutan

Indikator kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan hutan dan lahan serta dilakukannya monitoring evaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

 

Rencana Pendanaan Indikatif

            Kegiatan pembangunan pertanian sektor tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, dan kehutanan di Kabupaten Bandung ditujukan    untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya pemberdayaan petani lokal yang mampu menciptakan produk yang berdaya saing.   Pemerintah memfasilitasi sebesar-besarnya partisipasi masyarakat dengan     mendayagunakan keterpaduaan  kegiatan  yang dibiayai  oleh  APBN, APBD Propinsi Jawa Barat, APBD Kabupaten Bandung, Swasta dan sumber-sumber  dana pembangunan lainnya.

                 Implementasi pembangunan perlu adanya dukungan pendanaan untuk pelaksanaan kegiatan satuan kerja Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung guna tercapainya program pembangunan selama kurun waktu 2011 - 2015

Lainnya