Geografi dan Demografi

Aspek Demografi

Selasa, 17 Mei 2016

Secara demografi, persebaran penduduk di Kabupaten Bandung cenderung terkonsentrasi di bagian utara dengan kepadatan penduduk tinggi dan menegah. Kepadatan penduduk di wilayah Kabupaten Bandung dibagi ke dalam 5 kategori, yaitu kepadatan penduduk 0-2499 jiwa/km2, 2500-4999 jiwa/km2, 5000-7499 jiwa/km2, 7500-9999 jiwa/km2, dan >10000 jiwa/km2.

Kepadatan penduduk tertinggi berada di Kecamatan Margahayu dan Kecamatan Dayeuhkolot dengan kepadatan penduduk lebih dari 10.000 jiwa/km2. Sementara sebagian besar kecamatan lainnya berada pada kategori kepadatan penduduk rendah dengan kepadatan penduduk 0-2499 jiwa/km2. Peta persebaran penduduk Kabupaten Bandung dapat dilihat lebih rinci pada Gambar 2.12. Berdasarkan jenis kelamin, diperoleh jumlah penduduk Kabupaten Bandung pada tahun 2014 sebanyak 3.470.393 jiwa

(Analisis Pembangunan Sosial Kabupaten Bandung 2014). Jumlah ini terdiri dari laki-laki sebanyak 1.761.460 jiwa (50,76%) dan perempuan sebanyak 1.708.933 jiwa (49,24%). Jumlah ini meningkat 1,6% dibandingkan tahun 2013, dimana jumlah penduduk tahun 2013 sebanyak 3.415.700 jiwa (Data Pokok Perencanaan Pembangunan tahun 2014), terdiri dari laki-laki sebanyak 1.712.839 jiwa (50,14%) dan perempuan sebanyak 1.702.861 jiwa (49,86%).



Dari jumlah penduduk tersebut diatas, terdapat angka beban ketergantungan (dependency ratio) sebesar 51,11% pada tahun 2014, yang berarti setiap 100 penduduk produktif harus menanggung 51 orang penduduk tidak produktif. Angka ini merupakan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang memiliki angka ketergantungan sebesar 41,47%. Komposisi usia produktif menurut jenis kelamin pada tahun 2013 digambarkan dalam diagram piramida berikut ini.


Jika dibandingkan dengan luas wilayah Kabupaten Bandung  yang mencapai 176.238,67 Ha atau 1.762,39 km2, rata-rata kepadatan penduduk mencapai 1.901 jiwa/km2. Hal ini berarti terdapat 1.901 orang yang menghuni 1 km2 wilayah. Bila dibandingkan dengan tahun 2011, kepadatan penduduk tahun 2012 meningkat sebesar 29 jiwa/km2. Peningkatan kepadatan penduduk per tahun ini disebabkan bertambahnya jumlah penduduk, yang ditunjukkan dengan besarnya laju pertumbuhan penduduk sebesar
1,55%, dengan asumsi jumlah lahan tidak berubah.





Lainnya