Spotlight

Indikator Makro Sosial

Pertanian, Kehutanan dan Peternakan

Posting 2012-01-25

Pertanian, Kehutanan dan Peternakan
Sektor Pertanian dan Kehutanan masih menjadi salah satu andalan masyarakat Kabupaten Bandung menjadi mata pencaharian utama, selain itu sektor Pertanian dan Kehutanan secara statistik masih cukup potensial umtuk bisa dikembangkan baik dari areal lahan maupun kependudukan yang bergerak disektor ini. Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan pertanian salah satunya dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut :

A. Produktivitas Padi, Palawija, Sayuran, Buah-buahan, Tanaman Hias dan Perkebunan

Produktivitas padi di Kabupaten Bandung pada tahun 2010 mencapai 6,12 ton/ha. Produktivitas ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya (tahun 2006-2009), di mana pada tahun 2006 produktivitas padi mencapai 5,72 ton/ha, tahun 2007 mencapai 5,64 ton/ha, tahun 2008 mencapai 5,53 ton/ha dan tahun 2009 mencapai 6,02 ton/ha. Selain produktivitas padi yang meningkat, produktivitas palawija pun pada tahun 2010 mengalami peningkatan yaitu 10,7 ton/ha bila dibandingkan dengan tahun 2006-2009, yaitu dari 8,92 ton/ha pada tahun 2006 menjadi 10,7 ton/ha pada tahun 2010. Produktivitas sayuran pada tahun 2010 mencapai 141,06 kwt/ha, bila dibandingkan dengan tahun 2007-2009 produktivitas ini meningkat, namun bila dibandingkan dengan tahun 2006produktivitas tersebut menurun, di mana pada tahun 2006 produktivitas sayuran mencapai 36,38 ton/ha.

Produktivitas buah-buahan pada tahun 2010 mencapai 0,85 kw/pohon, produktivitas ini mengalami  eningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2006-2009, di mana pada tahun 2006 produktivitas buah-buahan mencapai 0,44 kw/pohon dan pada tahun 2009 mencapai 0,59 kw/pohon.

Produktivitas tanaman hias pada tahun 2010 mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2007-2008. Pada tahun 2009 produktivitas tanaman hias mencapai 12,49 tangkai/m2 sedangkan pada tahun 2007 dan 2008, masing-masing mencapai 2,71 tangkai/m2 dan 5,68 tangkai/m2.

Produktivitas perkebunan pada tahun 2010 mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya (2006-2009). Pada tahun 2010 produktivitas perkebunan mencapai 1,16 ton/ha sedangkan tahun 2006-2009 masing-masing mencapai 6,42 ton/ha, 2,32 ton/ha, 2,16 ton/ha dan 1,16 ton/ha.

Berikut secara lengkap disajikan data mengenai produktivitas padi, palawija, sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan perkebunan di Kabupaten Bandung selama kurun waktu tahun 2006-2010.




B. Jumlah Produksi dan Konsumsi Daging, Telur dan Susu

Pada tahun 2010 jumlah produksi daging mencapai 45.183.000 kg, adapun jumlah konsumsi daging mencapai 10,50 kg/kapita/th. Jumlah produksi tersebut meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2009, di mana pada tahun 2009 produksi daging mencapai 39.658.461 kg, peningkatan jumlah konsumsi tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk Kabupaten Bandung.

Konsumsi telur di Kabupaten Bandung pada tahun 2010 mencapai 2,08 kg/ kapita/th, dengan jumlah produksi sebanyak 8.323.000 kg. Jumlah konsumsi ini sama dengan tahun 2009 dan meningkat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya (2006-2008), yaitu konsumsi telur pada tahun 2006 mencapai 1,66 kg/kapita/th, pada tahun 2007 mencapai 1,62 kg/kapita/th dan pada tahun 2008 mencapai 1,74 kg/kapita/th. Peningkatan jumlah konsumsi tersebut diimbangi dengan peningkatan jumlah produksi pada setiap tahunnya (2006-2010).

Konsumsi susu di Kabupaten Bandung pada tahun 2010 mencapai 8,84 kg/kapita/tahun, sementara konsumsi susu nasional adalah sebesar 4,7 sehingga telah melebihi batas standar konsumsi susu nasional. Jumlah konsumsi tahun 2010 meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2008-2009, namun menurun bila dibandingkan dengan tahun 2006, di mana pada tahun 2007 jumlah konsumsi susu mencapai 6,90 kg/kapita/th, pada tahun 2008 mencapai 8,28 kg/kapita/th sedangka pada tahun 2006 mencapai 8,93 kg/kapita/th. Sama halnya dengan jumlah konsumsi, jumlah produksi pun pada tahun 2010 mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2006-2010.

Berikut adalah gambaran secara lengkap mengenai jumlah produksi dan konsumsi daging, telur dan susu di Kabupaten Bandung selama kurun waktu tahun 2008-2010.




C. Persentase Hutan dan Lahan Kritis yang Direhabilitasi

Tingkat lahan kritis dan kerusakan hutan sekarang ini menyebabkan keprihatinan yang besar bagi semua pihak. Praktek illegal logging dan illegal trade, perambahan hutan, kebakaran hutan, pembukaan hutan untuk keperluan di luar sektor kehutanan, pengelolaan hutan yang belum menerapkan azas kelestarian merupakan faktor utama penyebab kerusakan hutan. Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis (GRHLK) merupakan salah satu upaya percepatan rehabilitasi hutan dan lahan kritis yang diarahkan untuk penanggulangan bencana alam banjir, tanah longsor dan kekeringan secara terpadu dengan peran semua pihak (pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, pengusaha dan lain-lain) melalui mobilisasi sumber daya.

Luas hutan kawasan Bandung selatan di Kabupaten Bandung pada tahun 2010 mencapai 263,75 ha. Bila dibandingkan dengan tahun 2008, luas hutan ini mengalami peningkatan, namun bila dibandingkan dengan tahun 2006-2007 luas hutan ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Luas hutan di Kabupaten Bandung pada tahun 2006 seluas 3.356,01 ha, pada tahun 2007 seluas 2.028,70 ha dan pada tahun 2008 seluas 224,12 ha. Dari luasan tersebut telah seluruhnya dilakukan rehabilitasi.

Luas lahan kritis di Kabupaten Bandung pada tahun 2006 mencapai 21.130,00 ha, pada tahun 2007 mencapai 15.330,60 ha dan pada tahun 2008 mencapai 9.056,19 ha. Terhadap lahan kritis tersebut, setiap tahunnya telah dilakukan upaya rehabilitasi, yaitu pada tahun 2008 sebesar 48,79 %, tahun 2009 telah dilakukan upaya rehabilitasi seluas 15,91 %. sehingga pada tahun 2010 luas lahan kritis mencapai 22.076,68 ha. Dari luasan tersebut telah dilakukan rehabilitasi seluas 8,8 %.

Berikut secara lengkap disajikan data mengenai rehabilitasi hutan dan lahan kristis di Kabupaten Bandung selama kurun waktu 2008-2010.




D. Persentase Kerusakkan Kawasan Hutan

Kerusakan kawasan hutan di Kabupaten Bandung pada tahun 2010 mencapai 11,71 % dari 60.844,90 ha. %tase ini lebih kecil bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya (2006-2008), di mana pada tahun 2006 kerusakan kawasan hutan mencapai 38,06 % dari 64.340,39 ha, pada tahun 2007 mencapai 26,12 % dari 66.456,83 ha, dan pada tahun 2008 mencapai 15,82 % dari 58.645,83 ha.











 

Selanjutnya

Penanaman Modal

Posting 2012-01-25

A. Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA) Salah satu Faktor berjalannya pembangunan adalah tersedianya modal. Hal ini yang yang menjadikan pengelolaan Penanaman modal menjadi salah satu Bidang penting pelayanan publik dalam menjaring datangnya…


Sebelumnya

Pariwisata

Posting 2012-01-25

Sektor Pariwisata Kabupaten Bandung masih sangat potensial untuk dikembangkan ke depannya. Gambaran kondisi Kepariwisataan di Kabupaten Bandung secara umum dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut : A. Kunjungan Wisata …


 

Profile Kepala Daerah

profile kepala daerah

Agenda

-->

Sejarah Kabupaten Bandung

Media Informasi





Informasi Publik



Informasi Lelang



Suara Anda



Link Terkait

Web Statistic