Indikator Makro Sosial

Kependudukan dan Catatan Sipil

Rabu, 25 Januari 2012

Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan kependudukan dan catatan sipil salah satunya dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut :

A. Sebaran Penduduk

Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun dari luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam keluar.

Total jumlah penduduk di Kabupaten Bandung pada tahun 2010 adalah 3.215.548, meningkat 2,07% dari jumlah penduduk tahun 2009, yaitu 3.148.951 jiwa. Jumlah tahun 2009 meningkat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu : meningkat 1,05 % bila dibandingkan tahun 2008, meningkat 2,5 % bila dibandingkan dengan tahun 2007, dan meningkat 1,4 % bila dibandingkan tahun 2006.

Berikut disajikan Tabel Sebaran Penduduk Per wilayah kecamatan Kabupaten Bandung untuk tahun 2010.



B. Penduduk yang sudah terdaftar dalam catatan sipil

Pada tahun 2008 jumlah penduduk yang sudah memiliki KTP sebanyak 1.872.488 jiwa. Jumlah ini meningkat menjadi 2.161.004 jiwa pada Tahun 2009. Penduduk yang sudah memiliki KK pada tahun 2008 sebanyak 405.105 jiwa, jumlah ini meningkat menjadi 532,085 pada tahun 2009. Peningkatan ini terjadi pula pada jumlah penduduk yang telah memiliki Akte Kelahiran dan jumlah penduduk (non muslim) yang telah memiliki akte nikah. Jumlah Penduduk yang telah memiliki akte kelahiran pada tahun 2008 berjumlah 2.501.606 jiwa, meningkat menjadi 2.538.288 pada tahun 2009 sedangkan jumlah penduduk (non muslim) yang telah memiliki akte nikah meningkat dari 4.930 pasangan pada tahun 2008 menjadi 5.330 pasangan pada tahun 2009. Bila dilihat selama kurun waktu 4 tahun (tahun 2006-2009), jumlah penduduk yang telah memiliki KTP, KK, Akte Kelahiran dan Akte Nikah rata-rata mengalami peningkatan, peningkatan ini menggambarkan bahwa telah meningkat pula kesadaran masyarakat akan pentingnya identitas diri/administrasi kependudukan.

Berikut secara lengkap disajikan data mengenai kepemilikan administrasi kependudukan (KTP, KK, Akte Kelahiran dan Akte NIkah) selama kurun waktu tahun 2008-2010.



Sumber: RKPD Tahun 2012


Lainnya