Spotlight

  • Rekomendasi Pencegahan Serangga TOMCAT (Paederus fuscipes)

    Berdasarkan hasil Monitoring dan pengamatan terhadap perkembangan serangga Tomcat(Paederus Fuscipes)pada periode bulan Maret 2012, serangga ini mulai menyebar ke pemukiman penduduk yang ada di wilayah Kabupaten Bandung. Sehubungan dengan hal tersebut…

Berita

Margaasih Dan Tegalluar Dijadikan Pembangunan Kawasan Industri

Posting 2012-02-16

Margaasih Dan Tegalluar Dijadikan Pembangunan  Kawasan Industri
Pemkab Bandung menetapkan Margaasih dan Tegalluar menjadi lokasi pembangunan kawasan industri. Hal ini dikarenakan perkembangan industri di Kabupaten Bandung setiap tahun terus meningkat. Data menunjukan pada tahun 2020 pertumbuhan industri diproyeksikan mencapai 2027 buah.

Sampai dengan awal tahun 2012, kawasan industri di Kabupaten Bandung masih menempati kawasan lama yang meliputi Kecamatan Katapang, Dayeuhkolot, Pamengpeuk, Baleendah, Bojongsoang, Solokanjeruk, Banjaran, Arjasari, Cileunyi, Majalaya, Cikancung, Rancaekek, Cicalengka, Margahayu dan sebagian wilayah Margaasih.

Data yang ada di Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) Kabupaten Bandung menunjukan, sampai tahun 2009 jumlah usaha industri tercatat 776 buah. Sedangkan pertumbuhan industri mulai tahun 2000 s/d 2009 rata-rata mencapai 1,47 %. Adapun wilayah yang sangat potensial dalam perkembangan industri, masing-masing Kecamatan Majalaya sebanyak 109 buah, Margaasih 106 buah, Katapang 105 buah, Margahayu 78 buah, dan Kecamatan dayeuhkolot 77 buah.

Untuk mengembangkan Margaasih dan Tegalluar menjadi kawasan industri baru, dibutuhkan dana yang tidak sedikit. " Khusus untuk Tegalluar saja dibutuhkan senilai 4 trilyun lebih..", ucap Kepala BPMP Kab. Bandung Drs. H. Rully Hadiana, M.Si. Dana tersebut menurutnya untuk membiayai akuisisi lahan, jaringan jalan, prasarana pendukung, pematangan kavling dan biaya pemeliharaan prasarana pendukung.Untuk membiayai kawasan ini, tidak mungkin seluruh ditanggung pemerintah daerah, namun perlu ada dukungan pihak investor swastanya..", katanya pula.

Disebutkan pola kerjasama antara Pemkab Bandung dengan pihak swasta dalam mengembangkan kawasan industri tersebut, bisa dilakukan dalam bentuk kerjasama patungan, kemitraan pemerintah dan swasta, konsep BOT (Build, Operate and Transfer), BRT (Build, Owned and Operate), konsep kontrak operasi atau penjualan asset. Rully Hadiana mengungkapkan, lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan industri khususnya di Tegalluar mencapai 76,80 Ha, masing-masing untuk industri besar 46,08 Ha dan industri menengah 30,72 Ha.

Selain untuk kawasan industri, Tegalluar menurut Rully Hadiana akan dijadikan pula areal perumahan real estate, lapang golf, hotel dan apartemen, perdagangan dan jasa serta kawasan wisata. " Dengan demikian, luas lahan yang dibutuhkan untuk sejumlah pengembangan tersebut bisa mencapai 3.000 Ha..", tambahnya pula.



 

Selanjutnya

Diklat Gratis Untuk Pencari Kerja

Posting 2012-02-22

Pemkab Bandung dan Lembaga Pendidikan Bisnis Administrasi Indonesia sepakat melakukan kerjasama dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan komputer. Diklat direncanakan berlangsung selama 8 bulan dengan jumlah peserta sebanyak 180 orang. "Kami masih menunggu calon peserta yang…


Sebelumnya

Setiap Instansi Pemerintah Wajib Membuat LAKIP

Posting 2012-02-17

Sekretraris Daerah Kabupaten Bandung, Ir.H.Sofian Nataprawira, MP dalam sambutan tertulisnya menegaskan bahwa setiap instansi pemerintah baik pusat maupun daerah, serta unit kerja mandiri lain yang diatur oleh pimpinan instansi/lembaga berkewajiban untuk menyampaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)…


 

Profile Kepala Daerah

profile kepala daerah

Agenda

Sejarah Kabupaten Bandung

Buletin Kartaraharja

Pelayanan Informasi Publik

Informasi Lelang

Suara Anda



Web Statistic

    Hari ini : 253 hits
    Kemarin : 1.094 hits
    Terbanyak : 8.970 hits (14-05-2012)
    Rata-rata : 1.292 hits per hari
    Total : 186.069 hits