Berita

Puluhan Pedagang di Alun-alun Banjaran Akan Ditertibkan

Rabu, 12 Mei 2010

Camat Banjaran Iman Irianto, di sela-sela pendataan PKL di Alun-alun Kec. Banjaran, Selasa (11/5) mengatakan, Kami masih membahas lokasi baru untuk pedagang dengan pemerintah desa setempat.

Menurut Iman, PKL dilarang berjualan di depan dan di dalam Alun-alun Banjaran. Apalagi status jalan di depan Alun-alun Banjaran adalah  jalan provinsi.

Iman mengatakan, Alun-alun Banjaran sekarang kembali dipadati pedagang, padahal pekan lalu baru ada satu atau dua PKL yang berjualan di sana. Oleh karena itu, kami melakukan pendataan  sekaligus memberikan peringatan dan teguran kepada PKL untuk tidak berjualan di sana. Berdasarkan hasil pendataan, saat ini sedikitnya ada 44 PKL yang berjualan di sekitar Alun-alun Banjaran.

Meski begitu, Iman tidak memberikan batas waktu kepada PKL. Kita lihat beberapa hari ke depan, kalau masih ada  yang berjualan di sana,  kami  akan berkoordinasi dengan Satpol PP Kab. Bandung untuk menertibkannya.

Para PKL tersebut melanggar Perda No. 31 Tahun 2000 tentang K3. Seperti kita lihat, arus lalu lintas di depan Alun-alun Banjaran sekarang sudah sangat padat, apalagi kalau ditambah PKL yang berjualan di pinggir jalan.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Operasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab. Bandung Edi Kusnadi yang ikut dalam pendataan tersebut mengakui, Alun-alun Kec. Banjaran merupakan  salah satu lokasi yang keberadaan PKL-nya sulit ditertibkan. Setiap hari kami selalu mengadakan patroli. Selain di Alun-alun Banjaran, pedagang yang sulit ditertibkan adalah pedagang buah di Kec. Katapang, dan PKL  di Kec. Soreang.

Keterbatasan personel Satpol PP, kata Edi, merupakan  salah satu kendala penertiban PKL di Kab. Bandung.Kami mengutamakan pembersihan PKL di jalan-jalan utama di Kab. Bandung. Apalagi di jalan yang  berstatus jalan nasional dan jalan provinsi.

Untuk PKL yang beroperasi di jalan milik kabupaten atau desa, kata Edi, pengelolaannya diserahkan di muspida setempat. Itu dilakukan untuk meminimalkan terjadinya bentrok fisik.

Sumber : Harian Umum PIkiran Rakyat, Edisi Rabu 12 Mei 2010

Lainnya