Berita

ASI Mengurangi Resiko Kematian Bayi

Rabu, 05 Desember 2012

KENDATI banyak produk susu formula yang beredar dipasaran, namun Air Susu Ibu (ASI) dinilai masih tetap menjadi pilihan terbaik untuk bayi. Dengan diberikannya ASI, suhu bayi akan tetap hangat sehingga bisa menurunkan resiko kematian bayi karena kedinginan.

Hal tersebut menjadi salah satu kesimpulan yang mengemuka dalam Orientasi Bagi Kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu Peduli Tumbuh, Aktif dan Tanggap (TAT) Kabupaten Bandung yang berlangsung di Hotel Sukarasa-Ciwidey, Senin (3/12). Orientasi yang berlangsung dua hari tersebut dibuka oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Bandung Ny. Hj. Kurnia Dadang Naser.

Selain praktis dan ekonomis, ASI mengandung laktosa lebih tinggi dibanding dengan susu buatan yang bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat merusak dalam tubuh bayi. Disamping itu, ASI juga mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan bayi dan melindungi bayi dari alergi dan infeksi.

Disamping bermanfaat bagi bayi, ASI juga bermanfaat bagi ibu menyusui, diantaranya memiliki resiko lebih rendah terhadap kanker rahim dan kanker payudara dimasa yang akan datang. Bahkan secara psikologis, ibu-ibu menyusui mempunyai rasa bangga, karena dirinya dapat memberikan "kehidupan" kepada bayinya. Dan yang lebih penting, akan terjalinnya hubungan yang lebih erat dan hangat secara ilmiah serta dapat meningkatkan perkembangan psikis dan emosional antara ibu dan anak.

Orientasi Kader BKB dan Posyandu Peduli TAT, menurut Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Ny. Hj. Kurnia Dadang Naser merupakan salah satu usaha yang ditempuh PKK Kabupaten Bandung dalam kerangka memberikan pemahaman terhadap para kader BKB mengenai pembinaan keluarga balita. "Setelah diberikannya orientasi ini, kami harapkan para kader bisa menularkan kembali ilmunya kepada masyarakat khususnya ibu-ibu yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung",tuturnya.

Ia pun meminta kepada para kader BKB dan posyandu untuk selalu memberikan pemahaman mengenai pentingnya arti kebersihan lingkungan. Karena menurutnya, kebersihan menjadi salah satu pendorong bagi peningkatan kesehatan masyarakat. "Meskipun makanan yang kita telan bergizi baik, namun jika kebersihan tidak diperhatikan, pasti kurang membantu terhadap usaha perbaikan kesehatan", tandas Hj. Kurnia Dadang Naser.

Orientasi diikuti sekitar 155 kader BKB percontohan dan Posyandu percontohan yang tersebar di 31 kecamatan. "Mereka di didik selama dua hari tentang kesehatan, keluarga berencana, PKK maupun pentingnya ketahanan pangan", ungkap Ketua Panitia kegiatan Orientasi M. Wahyudin, SE.

Adapun materi yang disampaikan kepada peserta menurut Wahyudin, diantaranya gerakan posyandu peduli TAT, inisiasi menyusui dini dan ASI eksklusif, memilih nutrisi pertumbuhan bayi dibawah tiga tahun, pola asuh bayi batita serta pola asuh makan.



Sumber : Humas Setda Kabupaten Bandung

Lainnya