Berita

Tempat Hiburan Diminta Tutup

Rabu, 11 Agustus 2010

    Sementara pengelola rumah makan dan warung-warung makan agar melayani pembeli mulai pukul 17.00 WIB. Imbauan itu tertuang dalam surat No. 045.1/648/Sekret tertanggal 9 Agustus 2010. Ketentuan tersebut untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah Puasa di bulan Ramadan, kata Obar Sobarna, Selasa (10/8).

    Penutupan jam operasional tempat-tempat hiburan mulai berlaku pada Rabu (11/8) atau hari pertama Ramadan sampai H+1 Idulfitri. Diharapkan kaum Muslimin akan lebih khusyuk dalam menjalankan berbagai ibadah selama Ramadan. Khusus kepada para pengelola hotel, Obar meminta agar mengisi kegiatan di hotel dengan acara-acara islami, seperti tarawih bersama, pengajian, atau kegiatan lainnya.

    Sementara itu, untuk menciptakan suasana Ramadan yang kondusif, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab. Bandung menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Senin (9/8) malam sampai Selasa (10/8) dini hari. Dalam operasi yang melibatkan 87 anggota Satpol PP di hotel-hotel kelas melati di daerah Cileunyi, Banjaran, Cangkuang, dan Cileunyi, petugas menjaring 32 pasangan selingkuh dan tiga pekerja seks komersial (PSK).

    Operasi Pekat Wibawa Praja ini kami gelar menjelang bulan Ramadan karena kami menginginkan suasana Ramadan yang lebih kondusif, kata Kepala Satpol PP Kab. Bandung H. Syarif Hidayat, di ruang kerjanya, Selasa (10/8).

    Syarif mengatakan, pasangan selingkuh yang terjaring operasi sebagian besar wajah-wajah baru yang belum pernah terkena operasi sebelumnya. Semua pasangan selingkuh dan tiga PSK itu kami bawa ke Kantor Satpol PP di Soreang untuk mendapatkan pembinaan dan dicatat identitasnya.

     Ketika pembinaan berlangsung, kata Syarif, tiba-tiba ada seorang wanita yang terjaring operasi meraung-raung seperti kesurupan. Kami dibuat sibuk untuk menangani wanita tersebut. Untuk sementara waktu, Satpol PP Kab. Bandung belum memberikan sanksi tegas kepada pasangan selingkuh sesuai dengan Perda No 11/2003 tentang Larangan Prostitusi. Untuk sementara semua pasangan selingkuh dan PSK itu kami lepaskan. Namun berdasarkan perda, kalau nanti beroperasi lagi dan tertangkap, mereka akan menerima sanksi yang lebih berat.

Sesuai dengan ketentuan perda, pasangan selingkuh ataupun PSK yang terjerat operasi harus membayar sejumlah denda atau dikenai sanksi tiga bulan kurungan. Bisa juga kami kirimkan kepada panti-panti rehabilitasi sosial milik Pemprov Jabar di Palimanan, Cirebon, dan Sukabumi.

 

 

 

 

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat, Rabu 11 Agustus 2010

 

 


Lainnya