Spotlight

  • Pengumuman Izin Lingkungan

    1. Kegiatan Pembangunan Kawasan Industri PT. KAHATEX yang berlokasi di Jalan Raya     Majalaya-Rancaekek Desa Solokanjeruk Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung 2. Kegiatan Pembangunan Gerai Outlet PNPM Mandiri Pedesaan Kabupaten Bandung a.n.     Badan…

Berita

SDN Setragalih Terancam Ditutup

Posting 2010-06-24

     Saya membeli tanah yang di atasnya ada bangunan SDN Setragalih 1 dan 2 pada tahun 1995 dari H. Tedi Surya sebagai pemilik tanah dan ahli waris H. Masykur.

     Dia mengaku memiliki akta jual beli lengkap, tetapi sertifikat tanah atas nama Tedi Surya hilang saat akan dialihnamakan. Kalau fotokopi sertifikat saya simpan. Sejak masa kepemimpinan Bupati H.U. Hatta Djatipermana, saya sudah sampaikan kepada Pemkab Bandung agar memberikan ganti rugi tanah SDN Setragalih 1 dan 2, tetapi sampai saat ini belum ada titik terangnya.

     Dadang membantah, lahan tempat gedung kedua sekolah itu dibangun merupakan tanah milik kas desa, hasil tukar guling (ruilslag) dengan tanah H. Masykur di belakang kantor Desa Cangkuang.Dari tahun 1984-1996 saya menjadi ketua rukun warga (RW) yang wilayahnya mencakup SDN Setragalih 1 dan 2, sehingga tahu persis tidak ada tukar guling antara desa dengan H. Masykur.

     Dadang memberikan waktu kepada Pemkab Bandung untuk memberikan ganti rugi atas tanah miliknya sampai batas akhir kepemimpinan Bupati H. Obar Sobarna. Kalau sampai Desember 2010 uang ganti rugi tersebut belum beres juga, kami akan menutup dua SDN itu.

     Sementara itu, Kepala SDN Setragalih 2 Teti Citrawati, S.Pd. mengatakan, berdasarkan informasi dari para tokoh masyarakat, tanah SDN Setragalih 1 dan 2 merupakan tukar guling dengan tanah desa di belakang kantor Desa Cangkuang. SDN Setragalih 1 dan 2 semula bernama SDN Rancamalaka yang dibangun tahun 1979 di Desa Ciluncat, karena saat itu belum ada Desa Cangkuang. Tokoh-tokoh masyarakat seperti H. Saefullah. H. Aip, mantan Kades Yayat, dan H. Atang masih hidup sehingga bisa menjadi saksi atas kisruhnya kepemilikan tanah SD.

    Menurut Teti, hingga saat ini kegiatan belajar-mengajar di SDN Setragalih 1 dan 2 masih berjalan seperti biasa. Kegiatan belajar-mengajar sampai kini belum terganggu, tetapi para guru sudah mulai mengamankan barang-barang milik sekolah. Para guru khawatir, karena setiap saat bisa saja sekolah kami digembok. Pendaftaran siswa baru tetap kami laksanakan meski belum tahu dampak kasus kepemilikan tanah ini di masyarakat.

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat, Edisi Kamis 24 Juni 2010



 

Selanjutnya

Kinerja Tim Limbah tidak Jelas

Posting 2010-06-24

     Dampak limbah pabrik yang mencemari areal persawahan sudah terjadi sejak tahun 1980-an akibat pendirian pabrik-pabrik besar di Jatinangor, Sumedang. Pabrik membuang limbah cairnya ke sungai yang menjadi sumber air irigasi persawahan di Rancaekek.      Areal persawahan yang…


Sebelumnya

Korban Narkoba, 90 Persen Anak Muda

Posting 2010-06-24

     Bupati Bandung Obar Sobarna di sela-sela acara "Gema Pemuda Anti-Narkoba" di aula Gedung Moh. Toha Pemkab Bandung, Rabu (23/6) mengatakan, korban penyalahgunaan narkoba di Kab. Bandung mayoritas dirujuk ke Projek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) Galih Pakuan di Kab.…


 

Profile Kepala Daerah

profile kepala daerah

Agenda

-->

Sejarah Kabupaten Bandung

Media Informasi





Informasi Publik



Informasi Lelang



Suara Anda



Link Terkait

Web Statistic