Berita

Pemohon Kartu Kuning Membeludak

Senin, 27 September 2010

"Menjelang penerimaan CPNS, jumlah pemohon akan meningkat tajam dan memasuki pendaftaran CPNS bisa lebih naik lagi," kata Kabid Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kab. Bandung, Zainal Mustofa, di kompleks perkantoran Pemkab Bandung, baru-baru ini.

Ia menyebutkan, pihaknya setiap hari hanya biasa melayani pemohon kartu kuning sekitar 100 orang atau sekitar 2.500/bulan. Saat menghadapi penerimaan CPNS, jumlah pemohon cenderung meningkat hingga berkisar 350-450 orang. "Seperti sekarang ini, bulan Oktober mendatang bakalan ada penerimaan CPNS dan ini pastinya akan meningkat. Setiap hari kita bisa melayani hingga 450 orang," katanya.

Ia menyatakan, kartu kuning sebenarnya berlaku selama 2 tahun. Kendati demikian, jumlah pemohonnya tetap banyak. "Biasanya yang mengajukan kartu kuning ini merupakan yang belum mendapat pekerjaan, atau kartu kuningnya hilang karena lupa menyimpan atau sebagainya," paparnya.

Pembuatan kartu kuning, katanya, tidak dikenai biaya. "Untuk mengajukan kartu kuning itu gratis, tidak ada biaya apa pun. Kadang-kadang ada yang pingin cepat dengan memberikan uang dan ini kita tegaskan tidak diperbolehkan," tegasnya.

Ia menyatakan, pihaknya tidak akan segan-segan melakukan teguran apabila ada pemohon yang memberikan uang "pelicin" agar proses pembuatannya dipercepat. Pasalnya, hal tersebut melanggar aturan. "Bila ada yang memberikan uang, akan kami tegur, itu tidak boleh dilakukan dan sama dengan melanggar aturan yang ada," tegasnya.

Para pemohon yang telah mendapatkan kartu kuning disarankan agar segera memfotokopi serta melegalisasinya. Fotokopi kartu kuning yang sudah dilegalisasi sudah bisa dipakai.

"Kebanyakan para pengaju ini yang aslinya dipakai untuk melamar pekerjaan. Jadi sewaktu tidak diterima, kelabakan untuk bikin lagi. Padahal dengan fotokopian yang sudah dilegalisasi pun sudah cukup," ujarnya.
 
Sumber : Harian Umum Galamedia Edisi 27 September 2010

Lainnya