Spotlight

Berita

Cicalengka Kulon Jadi Desa Siaga Narkoba

Posting 2011-04-28

       
      Sekretaris BNK Bandung H. Terry Rusinda, S.Ip menyebutkan pelatihan terhadap 200 kader penyuluh dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang. “Dengan upaya ini diharapkan mereka bisa memberikan penyuluhan kembali kepada warga lain yang ada di lingkungannya...” kata Terry Rusinda.

        Diungkapkan, Cicalengka Kulon ditetapkan jadi Desa Siaga Narkoba dilatarbelakangi oleh letak geografis desa tersebut yang sangat rentan bagi peredaran narkoba. Menurut Terry Rusinda, Cicalengka Kulon letaknya sangat berdekatan dengan objek wisata Curug Sindulang yang setiap minggu kerap dikunjungi wisatawan luar daerah. “Hal ini membuka kemungkinan adanya interaksi warga setempat dengan para wisatawan yang berniat kurang baik...” kata Terry Rusinda.

        Alasan lain, Cicalengka kulon berada didaerah lintasan Bandung-Garut-Tasikmalaya yang sangat memudahkan untuk beredarnya narkoba. “Namun disisi lain, potensi untuk meredam beredarnya narkoba di desa ini cukup tersedia...” tuturnya. Seraya menambahkan kegiatan Karang Taruna atau organisasi pemuda lainnya di Desa Cicalengka kulon terbilang aktif. Mereka bisa diajak kerjasama untuk mewaspadai peredaran narkoba di Desa Cicalengka Kulon.

       Sementara Ketua BNK Kabupaten Bandung Drs. H. Deden Rukman Rumaji menyebutkan, jumlah kasus narkoba di Kabupaten Bandung tahun 2010 tercatat 63 kasus yang melibatkan 91 tersangka pengguna dan pengedar. “Dari tersangka sebanyak itu, 76 orang diantaranya sudah divonis oleh pengadilan sedangkan sisanya masih dalam proses persidangan...” kata Deden R Rumaji seusai pembentukan Desa Siaga narkoba di Kecamatan Cicalengka, Rabu (27/4).

       Ia menegaskan, untuk memerangi peredaran obat haram tersebut dibutuhkan keterlibatan semua unsur masyarakat, mulai dari remaja, pemuda, pesantren, pemerintah maupun organisasi swasta lainnya. Karena menurutnya, persoalan narkoba bersifat multidimensi yang berdampak terhadap sanksi hukum, ekonomi dan pembinaan keagamaan.
 
        Yang paling penting untuk mencegah peredaran narkoba kata Deden R Rumaji antara lain adanya kepedulian dari semua pihak. Paling tidak pihak keluarga, harus mampu memantau perilaku anggota keluarga sendiri. “Kalau di rumah mungkin saja si anak itu penurut terhadap orang tua, namun kita tidak tahu bagaimana perilaku si anak diluar rumah, hal ini harus diwaspadai...” kata Deden R Rumaji.

        Langkah lain yang akan dilakukan BNK Kabupaten Bandung dalam penanganan narkoba, diantaranya mengajak komunitas pesantren untuk ikut terjun memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dari sisi agama.
 
Sumber : Bagian Humas SETDA Kabuapetn Bandung



 

Selanjutnya

Pemotongan Dana Rehab Bertambah

Posting 2010-02-19

    Salah seorang warga Desa Nagrak, Opik mengatakan, dari dana rehabilitasi rumah rusak ringan Rp 1 juta yang dicairkan melalui kelompok masyarakat (pokmas), warga hanya menerima Rp 850.000, yang Rp 150.000 untuk  biaya transportasi ke…


 

Profile Kepala Daerah

profile kepala daerah

Agenda

-->

Sejarah Kabupaten Bandung

Media Informasi





Informasi Publik



Informasi Lelang



Suara Anda



Link Terkait

Web Statistic