Angdes, Sarana Gerakan Literasi Masyarakat Desa

Senin, 25 Maret 2019

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, terus berupaya membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakatnya. Salah satu upaya yang dilakukan dengan meluncurkan inovasi melalui gerakan literasi angkutan pedesaan (angdes), rute trayek Banjaran-Gamlok sebanyak 24 unit.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH,S.Ip.,M.Ip mengatakan, saat ini angkutan umum masih menjadi pilihan transportasi masal, untuk kebutuhan mobilisasi sebagian masyarakat. Menurutnya, kehadiran angdes literasi akan menambah daftar angkutan umum yang berkontribusi dalam hal pembangunan SDM.

“Diawali dengan menumbuhkan minat baca, membiasakan diri untuk gemar membaca, sehingga menambah wawasan, kemudian terjadi perubahan perilaku dan pola pikir kearah positif, dan akhirnya menjadi kebutuhan yang tumbuh menjadi budaya masyarakat pembelajar yang literat. Hadirnya angdes harusnya mampu melahirkan budaya semacam ini dan menjadi virus baik,” ungkap Bupati saat dikonfirmasi di rumah jabatannya di Soreang, Selasa (19/3/2019).

Tahun lalu, lanjutnya, Pemkab Bandung sudah meluncurkan Angkutan Kota (Angkot) SAE, yang dianalogikan sebagai angkot Sabilulungan Aman Tur Enjoy. Bupati menjelaskan angdes yang baru satu rute trayek tersebut juga diberi label angkot SAE. “Jadi ini merupakan revitalisasi dan peningkatan pelayanan angkutan desa yang turut mencerdaskan masyarakat. Selain dilengkapi perpustakaan mini, tempat sampah, kelengkapan audio, angdes juga menjadi sarana sosialisasi kawasan tanpa asap rokok,” terangnya.

Dia berharap, akan hadir juga angdes di desa yang lain. Dari 31 kecamatan, 270 desa dan 10 kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 3,7 juta jiwa lanjutnya, upaya sederhana dengan menyediakan sarana literasi masyarakat pada transportasi umum pedesaan, dinilai efektif untuk membangun budaya literasi.

“Saya harap virus baik ini menular ke desa lainnya, jika semua bisa berkontribusi baik pemerintah, masyarakat bahkan dunia usaha melalui wakaf buku, insyaAllah tujuan kita untuk pembangunan bidang SDM akan berhasil. Di sisi lain,masyarakat pedesaan juga akan sangat terbantu melalui ketersediaan buku dan sarana pengetahuan lainnya,” harap Bupati Bandung.

Bupati menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada Dishub (Dinas Perhubungan), Disarpus (Dinas Arsip dan Perpustakaan), Ketua Koperasi Jasa Angkutan Umum Pengusaha dan Pengemudi Angkutan Banjaran Gamlok (PPABG) Wawan Hermawan, serta masyarakat yang ikut mendukung beroperasinya angdes SAE ini.

“Saya apresiasi kerjasama dan kontribusinya dalam hal mencerdaskan bangsa melalui gerakan literasi angdes SAE, ayo sama-sama kita bangun budaya masyarakat literat,” ujarnya.

Senada dengan Bupati, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan, selaku pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bandung H. Marlan, S.Ip.,M.Si menyebutkan, angdes SAE tersebut harus menjadi inovasi yang memotivasi bagi angkutan di desa lainya. Dia berharap, Inovasi tersebut akan menjadi sebuah sesuatu yang dari sistem transportasi di Kabupaten Bandung, yang lama-lama akan merambah ke angkutan yang lainya untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah sesuatu yang dari sistem transportasi yang lama-lama akan merambah ke semua jenis transportasi umum. Sehingga masyarakat bisa lebih senang menggunakan angkot dibanding dengan kendaraan pribadi, jadi kemacetan pun bisa diniminalisir,”imbuh Marlan.

24 Angdes SAE jurusan Banjaran- Gamlok tersebut lanjutnya, merupakan hasil dari program revitalisasi angkutan umum berupa penggantian kendaraan colt tahun 1980an dengan kendaraan yang lebih mudah. Program ini merupakan kerjasama antara koperasi PPABG, Dinas Perhubungan, dan Disarpus. Angdes SAE juga kata dia, harus memiliki syarat antara lain, lulus laik jalan dan laik persyaratan teknis, yang dibuktikan dengan Buku KIR atau pengujian kendaraan bermotor, memiliki Kartu Pengawasan Izin Trayek, serta STNK dan SIM yang berlaku, yang wajib dimiliki untuk supir angdes SAE.

“Meski beroperasi di pedesaan, diharapkan Angdes SAE ini memenuhi peraturan perundang undangan terkait SPM (Standar Pelayanan Minimal) angkutan umum yang memiliki kriteria keamanan, keselamatan, kenyamanan, keteraturan keterjangkauan, dan kesetaraan, dengan tarif yang sesuai dan terjangkau,” ujar Plt Kadishub.

Saat ini lanjut Marlan, Disarpus sudah menyuplai sebanyak 240 buku untuk Angdes SAE. Ia mempersilahkan kepada masyarakat, dunia usaha atau siapapun, jika ingin mendonasikan bukunya. “Kepada siapa saja, yang berminat untuk mendonasikan buku untuk Angdes SAE ini, bisa langsung melalui Dishub atau Disarpus Kabupaten Bandung, yang kemudian akan disalurkan kepada PPABG atau menghubungi Mang Yayat (0822177247959) dan pak Wawan (082318867553),” tutupnya.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung me
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung menyatakan sangat mendukung program Bupati Band