BKM Warga Mulya Banjaran Raih Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Senin, 06 November 2017

Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wargamulya Desa Pasirmulya Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung berhasil menyabet gelar BKM Award ke-2 Terbaik Nasional 2017. BKM Wargamulya mampu menyingkirkan sekitar 2500 lebih BKM di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan Kasubdit Perencanaan Teknis Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI Ir. R. Didiet Arif Achdiat, M.Si. kepada Koordinator BKM Warga Mulya Nandang Rukmana, S.Pd. dalam Acara Pencanangan Kampung Wisata Wangun dan Penyerahan BKM Award Tingkat Nasional di Desa Pasir Mulya Banjaran, Jum’at (3/11).

Didiet Achdiat mengatakan tahun ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan penghargaan kepada tiga Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Bandung, Kota Yogyakarta dan Kota Kendari. Ketiga daerah itu bakal dijadikan percontohan penataan kawasan dan lingkungan kumuh demi target Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Tahun 2019.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada BKM Warga Mulya BKM Warga Mulya, masyarakat Desa Pasirmulya juga Pemkab Bandung yang telah menunjukkan praktek baik dalam pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dalam rangka meningkatkan peran masyarakat, memperkuat peran pemerintah daerah serta mendukung percepatan pemenuhan standar pelayanan minimal,” ucal Didiet.

Dia berharap praktek baik tersebut bisa menjadi inspirasi dan memotivasi desa-desa lainnya di Kabupaten Bandung sebagai upaya menuju Kota Layak Huni dan Berkelanjutan.

“Meskipun tidak semua kegiatan bisa diduplikasi atau direplikasi namun ide serta metodenya bisa ditiru,” imbuhnya.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengatakan Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) Kampung Wangun Desa Pasirmulya Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung telah mengubah Kampung yang kumuh dan terisolir, menjadi kampung yang asri dan tertata, nyaman ditinggali dan sedap dipandang mata.

“Dengan Spirit Sabilulungan dapat mengubah kampung ini menjadi layak huni, tadinya sangat kumuh, dengan rumah atau gubuk tua yang tidak layak huni, MCK tidak memadai, akses jalan jelek, maka kini bisa dilihat sendiri keadaannya,” ucap Bupati.

Lingkungan, lanjutnya, akan memberikan pengaruh besar bagi perilaku hidup masyarakat. Sebagaimana yang dialami oleh masyarakat yang tinggal di Kampung Wangun Desa Pasirmulya Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung.

“Guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, masyarakat melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wargamulya serta didukung oleh Pemerintah Daerah dan Pusat selenggarakan kegiatan Penataan Lingkungan Berbasis Komunitas (PLPBK), Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku),” ujarnya.

Penentuan lokasi prioritas penataan dilakukan oleh BKM, RW/RT dan aparat desa setempat dengan mempertimbangkan kondisi permukiman dan tingkat kemiskinan di suatu wilayah. Kegiatannya mencakup pembangunan jalan lingkungan, drainase, tembok penahan tanah, penataan rumah, jalan rabat beton, serta infrastruktur dasar lainnya seperti pembuatan MCK yang layak dan sehat.

“Jangan hanya puas sampai titik ini, pemerintah desa bersama relawan dan masyarakat harus terus berupaya mengembangkan apa yang menjadi keunggulannya sehingga menjadi ciri khas di Kampung Wangun ini dan mendukung terwujudnya Kabupaten Bandung 1000 Kampung,” pungkas Dadang.

Dalam kesempatan itu Bupati juga menyerahkan Dana Program Penataan Kawasan Kumuh kepada beberapa BKM Kabupaten Bandung dan juga menyematkan Duta Wisata kepada perwakilan warga Kampung Wangun.

Press Release Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Masalah lingkungan sampai saat ini menjadi sumber bencana di Kabupaten Bandung. Pemerintah secara
Pemerintah Kabupaten Bandung akan menerapkan aplikasi yang fokus pada peningkatan Governance System,