BPBD Drop 6 Perahu Fiber ke Titik Banjir

Senin, 18 Februari 2019

Menanggapi permintaan warga terkait sarana evakuasi saat terjadi banjir di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung secara bertahap akan mengirimkan 6 unit perahu fiber.

Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Bandung Sudrajat, S.Sos., M.Si. menyebut tiga unit sudah di kirim ke dua titik. “Hari ini kami sudah drop tambahan 1 unit ke Andir dan 2 ke Rancaekek. Sementara 3 unit untuk Dayeuhkolot dan titik Baleendah lainnya menyusul dalam waktu dekat,” ungkap Kabid Logistik di tempat kerjanya, Kamis (14/02/2019).

Kejadian banjir bandang di Cilengkrang, terang Sudrajat, membuat personil di lapangan banyak terfokus untuk upaya pemulihan pasca banjir tersebut. Untuk itu pihaknya baru dapat menyalurkan bantuan hari ini.

“Sebagian besar wilayah Baleendah, saat terjadi banjir umumnya cepat surut. Kalau Danau Retensi sudah 100% difungsikan, kecepatan surutnya banjir akan lebih baik. Hanya untuk Andir ini memang paling parah, sehingga kami prioritaskan bantuan di titik ini dulu,” terang Sudrajat.

Ia menambahkan, data yang didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pukul 08.30, Rabu (13/02/2019), prakiraan cuaca untuk wilayah Bandung Raya dan sekitarnya yang berlaku pada pukul 07.00 WIB Rabu pagi cenderung berawan, sedangkan pada siang atau sore hari diperkirakan turun hujan sedang disertai petir.

Pada malam hari hujan berlanjut dengan intensitas ringan, sedangkan pada Kamis dini hari cuaca diperkirakan berawan. Pada kenyataannya, hujan dengan intensitas ringan hanya turun pada sore hari, sedangkan siang, malam dan dini hari cuaca cenderung berawan.

“Pada umumnya cuaca di 31 kecamatan cerah berawan. Hanya pada sore hari, sebagian kecamatan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Meski demikian kami secara rutin tetap melakukan koordinasi melalui pelaporan (roll call), untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” urai Sudrajat.

Melalui roll call yang diterima Sudrajat pada pukul 08.30 WIB s/d pukul 09.00 WIB Rabu kemarin, tercatat Tinggi Muka Air (TMA) di beberapa titik assessment di tiga kecamatan yaitu Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang.

“TMA titik assessment Kampung Cigosol RW 09 Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah tercatat paling tinggi yaitu antara 50 – 160 cm. Sementara Jl. Raya Andir Katapang berkisar antara 50 – 150 cm dan di Kp. Ciputat RW 13 antara 40 – 150 cm. Untuk Kp. Ciputat RW 06 TMA berkisar antara 30 – 100 cm,” tutur Sudrajat.

Untuk titik assessment lain, lanjutnya, TMA tercatat rendah sampai sedang berkisar antara 10 hingga 80 cm. Sedangkan dua titik assessment, yaitu di Kp. Gang Toha RW 07 dan Kp. Parunghalang RW 01, TMA tercatat surut.

“Terkait warga yang rumahnya terendam banjir, di Gedung Inkanas Baleendah terdapat pengungsi sebanyak 33 Kepala Keluarga (KK), 100 jiwa. Sedangkan di Aula Desa Dayeuhkolot terdapat 8 KK, 18 jiwa serta di Kantor RW 02 tercatat 5 KK, 17 jiwa,” pungkasnya.

Sumber: Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser menerima penghargaan Anubhawa Sasana Kelurahan dari Kementerian Hu