Bupati Himbau Masyarakat Di Wilayah Rawan Bencana Agar Lebih Siaga

Rabu, 01 November 2017

Telah terjadi bencana tanah longsor di Kampung Muara Desa Cipelah Kecamatan Rancabali, yang menewaskan 4 orang warga setempat.

Bencana longsor tersebut menimbun 2 (dua) unit rumah, 1 (unit) rumah dalam keadaan kosong dan 1 (satu) unit rumah lagi yang berisikan 4 (empat) orang keluarga, hingga meninggal dunia.

Longsor secara tiba- tiba terjadi pada hari Selasa, tgl 31 Oktober 2017, sekitar Jam 00.00 Wib, di Kp.Muara Rt.03/06. 4 orang korban tewas diantaranya Rukman (40) ,Usu (30), Dini perempuan (8) dan Nanda anak bungsu laki laki berumur 6 bulan.

Pada saat kejadian, menurut keterangan dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, laporan awal dari kepolisian setempat, langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi wilayah terjadi longsor, untuk melalukan evakuasi korban.

Sementara, pasca terjadinya bencana longsor, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser,SH.,M.Ip beserta jajaran pemerintah segera melakukan berbagai upaya agar hal serupa tidak terjadi lagi di wilayah lainnya.

Selain menginstruksikan siaga longsor bulan lalu untuk seluruh wilayah rawan di Kabupaten Bandung, Bupati juga mendorong agar masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut lebih siaga dan waspada.

"Sebetulnya, melalui BPBD dan perangkat daerah lainnya, upaya preventif dan penanganan darurat sudah dilakukan. Yang tak kalah penting juga yakni koordinasi dan komunikasi sejak terlihat tanda-tanda longsor, seperti adanya retakan dan gerakan tanah," ungkap Bupati.

Bupati mengaku sangat prihatin atas bencana yang menimpa warga Desa Cipelah.

Dia mengucapkan rasa belangsungkawa sedalam dalamnya.

"Saya merasa berbelasungkawa atas terjadinya bencana di desa Cipelah Kecamatan Rancabali. Sebagai wilayah rawan bencana ke 4 di Indonesia yang ditetapkan oleh BNPB, tentu bencana akan sering terjadi. Maka saya harap masyarakat bisa mengantisipasinya, disamping melakukan pengamanan terlebih dahulu, tukasnya.

Bupati menandaskan, agar seluruh aparat dan masyarakat kerja bersama dan lebih proaktif dalam segi antisipasi juga pelaporan kejadian.

Sehingga lanjutnya, resiko bisa diminimalisir.

"Semua pihak harus proaktif. Ketika musim hujan kami mohon semuanya untuk mewaspadai terjadinya bencana, khususnya untuk mereka yang tinggal di pinggir sungai dan terjadi longsor bagi warga yang tinggal di tanah miring, seperti segera pindah mengevakuasi disamping mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah," imbuh Bupati.

Kejadian bencana di Kabupaten Bandung menurutnya pasti akan sering terjadi, karena wilayahnya secara geografis sangat rawan berbagai bencana.

"Antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, saya dorong Kepala desa melakukan sweeping dan proaktif terhadap kondisi masyarakat yang berdomisili di wilayah yang rawan terjadi bencana," pungkas Bupati.

Press Release Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Upaya pemerintah dalam penertiban pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) terus dilakuka
Panglima Kodam III Siliwangi Doni Monardo, menyatakan keterbukaanya untuk bersama-sama turun membang