Bupati R. WIRANATA KUSUMAH IV (Dalem Bintang) Periode 1846-1874

Selasa, 07 Februari 2012



Bupati R. WIRANATA KUSUMAH IV (Dalem Bintang)
Periode 1846-1874


Pada tahun 1846, Bupati Raden Adipati Wiranatakusumah III meletakkan jabatan karena merasa kesehatannya tidak memungkinkan lagi untuk meneruskan pemerintahan. Sebagai pengganti diangkat puteranya, yang ke empat yang bernama Raden Suria Kartadiningrat. Sebelum diangkat menjadi Bupati Bandung, Raden Suryakarta Adiningrat sedang memegang jabatan Kumetir Cianjur. Setelah menjadi bupati, ia digelari Raden Adipati Aria Wiranatakusumah IV. Sesuai dengan besluit Gouvernement No 3 ping 25 Agustus 1857.


Mesjid Agung Bandung Tahun 1880



Peristiwa yang menarik pada masa ini adalah pengembangan Ibukota Kabupaten Bandung yang semakin ramai. Undang-undang Agraria dan dampaknya serta Reorganisasi Priangan, dan struktur pemerintahan yang semakin mantap.


Pendopo Kabupaten Bandung Tahun 1880

Selama pemerintahan dipegang oleh beliau (1846 -1874) ibu kota Kabupaten Bandung berkembang pesat dan beliau dikenal sebagai bupati yang progresif. Dialah peletak dasar MASTERPLAN 1850 Kabupaten Bandung, yang disebut Negorij Bandoeng. Tahun 1850 dia mendirikan pendopo Kabupaten Bandung dan Mesjid Agung. Kemudian pada tahun 1866 dia memprakarsai pembangunan sekolah Guru (Kweekschool) atau sekolah RAJA dan mendirikan sekolah untuk para menak (Opleiding School Voor Indische Ambtenaaren).

Atas Jasa-jasanya dalam membangun Kabupaten Bandung disegala bidang beliau mendapatkan penghargaan dari pemerintah Hindia Belanda serupa Bintang Jasa, sehingga masyarakat menjulukinya dengan sebutan Dalem Bintang.

Sumber : Penelusuran Sejarah Pemerintah Kabupaten Bandung Tahun 1846 - 2010

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
“Sudah saatnya pemberdayaan koperasi digalakkan, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebagai pel
Kecamatan Margahayu, yang mewakili Kabupaten Bandung pada Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan tin