Bupati R.H. LILY SUMANTRI Periode 1969-1975

Selasa, 07 Februari 2012



R.H. LILY SUMANTRI Periode
1969-1975


Pada Tanggal 4 Oktober 1969 sehari menjelang peringatan HUT ABRI ke 24 beliau dilantik secara resmi oleh Gubernur KDH TK.I Provinsi Jawa Barat Bapak H. Mashudi. Beliau adalah Bupati yang ke 20 pada saat dilantik usianya 41 tahun, menggantikan Kedudukan almarhum Kol. Inf. Masturi.

Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung saat itu berpenduduk lebih kurang 1.877.292 jiwa dan Wilayah Kabupaten DT. II bandung terletak di dataran tinggi dengan ketinggian antara 650 M sampai dengan 2.320.M. dari permukaan laut serta mempunyai luas areal 317.346 Ha/ 3.173,46 Km2 Wilayah pemerintahan terdiri atas :

1. Kota Administratif Cimahi

2. 10 (Sepuluh) Wilayah Kewedanaan yaitu :

a.
Kewedanaan Cililin
b. Kewedanaan Cikalongwetan
c. Kewedanaan Lembang
d. Kewedanaan Cileunyi
e. Kewedanaan Cicalengka
f. Kewedanaan Majalaya
g. Kewedanaan Ciparay
h. Kewedanaan Banjaran
i. Kewedanaan Soreang
j. Kewedanaan Margahayu

3. 36 Wilayah Kecamatan

4. 300 Buah Desa

Berdasarkan Undang-undang No 18/1965, Seorang Kepala Daerah didampingi oleh seorang petinggi yang merupakan tenaga Pusat yang diperbantukan. Disamping itu seorang Bupati Kepala Daerah dalam menghadapi masalah urusan Legislatif/ Politis dibantu oleh Anggota BPH yang terdiri dari utusan mewakili Fraksi ABRI dan 3 (Tiga) orang Fraksi dari Partai Politik. Hal itu dihapus setelah ada perubahan berdasarkan Undang-undang No 5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah.

Pusat Pemerintahan pada saat itu di Alun-Alun Bandung tepatnya di Jalan Balonggede, tercatat peristiwa penting, yaitu rencana pemindahan ibukota dari lokasi semula (Kodya Bandung) kewilayah hukum Kabupaten Bandung, yaitu Baleendah. Kepindahan ini disebut sebagai kembalinya ibukota Bandung ke tapak Cikal Bakal Kabupaten Bandung yang pertama semasa Tumenggung Wira Angunangun. Pemindahan ibu kota Kabupaten Bandung itu ditujukan untuk mengembangkan kepemimpinan dan pelayanan kepada masyarakat di daerah sendiri bukan saja kepada historis dan psychologis tetapi juga didasarkan kepada rasionil dan prinsip-prinsip perencanaan yang matang. Perletakkan Batu pertama dilaksanakan pada hari jadi ke 333 Kabupaten Bandung tanggal April 1974. Dalam perkembangannya. Pada lahan yang diperuntukkan Ibukota Kabupaten Bandung itu, sempat dibangun berbagai fasilitas, antara lain perkantoran untuk beberapa instansi diantaranya Gedung DPRD, Bupati dan sebagainya, disamping itu jalan penunjang yang lengkap dan memadai dibuat sesempurna mungkin.

Akan tetapi atas beberapa pertimbangan fisik Geografis wilayah Baleendah tidak memungkinkan untuk lokasi Ibukota Bandung.


Bupati R.H.Lily Sumantri saat wawancara Penelusuran Arsip Sejarah tahun 2011

Tepat pada hari Rabu tanggal 4 Desember 1974 secara resmi beliau berhenti sebagai Kepala Daerah TK. II.


Sumber : Penelusuran Sejarah Pemerintah Kabupaten Bandung Tahun 1846 - 2010

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
“Sudah saatnya pemberdayaan koperasi digalakkan, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebagai pel
Kecamatan Margahayu, yang mewakili Kabupaten Bandung pada Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan tin