Cieunteung Banjir Lagi

Kamis, 04 Desember 2008

Hingga kemarin sore, ratusan rumah milik warga di kampung tersebut masih terendam banjir dengan ketinggian 30 cm-1 meter. Bahkan Jln. Mekarsari yang merupakan jalan alternatif penghubung Baleendah-Bojongsiang, terputus akibat terendam air dengan ketinggian hingga 40 cm.

Pemantauan di lapangan, puluhan warga mengungsi di Kantor Sekretariat DPC PDIP. Meskipun pada siang hari sebagian warga, khususnya laki-laki sempat pulang ke rumah, itu hanya untuk menjaga perabotan dan barang lainnya yang mereka simpan di atap rumahnya.

Saya dan warga lainnya hampir dua minggu mengungsi di sini. Kadang kalau siang hari pulang dulu ke rumah, untuk melihat apakah rumah saya masih terendam banjir atau tidak. Tapi karena masih terendam, tetap saja saya sekeluarga tidur di sini, kata Ani Herawati (34), salah seorang warga.

Menurut Ani, meski untuk istirahat bisa di penampungan, namun dia tetap waswas kalau hujan kembali turun. Sebab setiap hujan turun, ketinggian air yang merendam perumahan warga akan naik. Lebih lanjut Ani menuturkan, meski biasanya selama di pengungsian ada pembagian makanan seperti nasi bungkus dan lainnya, namun sejak 2 hari yang lalu sumbangan tersebut tidak ada lagi. Selain kekurangan makanan, lanjut Ani, para pengungsi yang menempati gedung DPC PDIP ini banyak yang terjangkit penyakit. Rata-rata penyakit yang diderita para pengungsi, yaitu mencret, demam dan gatal-gatal.

Menurut Ani, untuk mencegah masyarakat terjangkit penyakit, dia berharap puskesmas keliling rajin mendatangi masyarakat, terutama di tempat pengungsian. Puskesmas keliling memang datang, tapi ke lokasi banjir saja. Kalau ke sini jarang, akunya yang dibenarkan Ny. Acih (55), warga lainnya.

Sementara itu, terhentinya proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Mekarsari di Kp. Cieunteung, Kel. Baleendah dan SDN Andir 1 di Kp. Jambatan, Kel. Andir, Baleendah, Kab. Bandung akibat terendam banjir, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kec. Baleendah, berencana akan melakukan relokasi.

Memang kita sudah membicarakannya untuk melakukan relokasi. Sebab kasihan anak-anak kalau terus diliburkan. Tempat relokasi sendiri, mungkin Taman Kota Baleendah, ujar Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kec. Baleendah, Siti Kokom Komariah.

Dijelaskan Siti, meski relokasi belum bisa dilaksanakan langsung, namun agar tidak terganggu, KBM kedua SD tersebut digabungkan dengan SD lain. Untuk murid SDN Mekarsari, KBM-nya digabungkan dengan SDN Pasir Baros. Sedangkan SDN Andir 1 digabungkan dengan SDN Kulalet.

Sumber : Harian Umum Galamedia, Kamis 4 Desember 2008

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Satuan Tugas (Satgas) penegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 Tahun 2017 tentang Kawasan
Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ditegaskan bahwa setiap masyarakat m