DBD Serang Kab. Bandung

Jumat, 25 Januari 2008

Berdasarkan data Rumah Sakit Daerah (RSD) Majalaya, pada Desember 2007, DBD tidak termasuk dalam kategori sepuluh besar penyakit yang diderita pasien. Namun, jumlah pasien rawat inap yang positif DBD Januari ini mencapai 22 orang, dan 2 lainnya dalam tahap gejala.

Menurut Kepala Humas RSD Majalaya, dr. Rustam, D.E.S., M.M., belum ada perubahan mencolok untuk penyakit DBD, namun jumlahnya meningkat dibandingkan dengan data Desember 2007.

Penyakit DBD yang diderita pasien masih dalam tingkat yang bisa ditangani karena belum ditemukan pasien yang menderita DBD akut atau DSS (Dengue Shock Syndrome). Sudah ada kesadaran dari masyarakat untuk segera membawa keluarganya apabila timbul gejala penyakit.

Penyakit DBD juga menghinggapi warga Kec. Cicalengka Kab. Bandung. Berdasarkan data pasien di Puskesmas DTP Cicalengka, terdapat delapan pasien yang pernah dirawat inap karena gejala DBD sejak Januari 2008. Menurut Dede Rochedi, petugas Puskesmas Cicalengka, belum ada kasus DBD yang dikategorikan kejadian luar biasa (KLB). Namun, sudah ada inisiatif sebagian warga melakukan fogging seperti yang dilakukan warga Desa Cicalengka Wetan.

Pasien DBD juga ditemui di RSD Soreang. Berdasarkan data yang dikutip Kasubag Humas dan Promosi RSD Soreang, dr. Ina Rinawaty, dalam dua hari ini terdapat 11 pasien terduga DBD yang melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian laboratorium, empat orang dinyatakan positif DBD. Mereka berasal dari Soreang, Pameungpeuk, Banjaran, dan Pangalengan.Rata-rata mereka berasal dari daerah endemis DBD.

Sumber : Harian Umum PIkiran Rakyat, edisi Jum'at 25 Januari 2008

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Ditengah ramainya konflik antar Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di berbagai daerah, Pemerint
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI) melalui Balai Besar W