Formulasi Solusi Untuk Citarum, Bupati dan Pangdam III Siliwangi Ajak Semua Pihak Berkontribusi

Rabu, 22 November 2017

Panglima Kodam III Siliwangi Doni Monardo, menyatakan keterbukaanya untuk bersama-sama turun membangun formulasi dalam merumuskan solusi persoalan Citarum.

"Kami membuka diri untuk menerima segala masukan, tanggapan dan harapan dalam penyelesaian permasalahan Sungai Citarum. Kita tidak berperang dengan senjata, tapi bagaimana kita berperang untuk menjaga ekosistem dari kerusakan," ungkap Pangdam saat acara silaturahmi jajaran Kodam III Siliwangi bersama pengiat lingkungan di Aula Siliwangi Makodam III Siliwangi Kota Bandung, Senin (20/11).

Pangdam mengungkapkan, moment pertemuan yang dihadiri lebih dari 60 pegiat lingkungan, jajaran Pemerintah Provinsi Jabar, Kabupaten/Kota Bandung, dan Cimahi tersebut akan mengintegrasi pola yang sudah dilakukan oleh masing-masing, dalam upaya penanganan masalah Citarum

"Momentum yang baik untuk semua terhadap penanganan sungai citarum. Masyarakat sunda telah memeberikan warna tersendiri terhadap air. Sejak tahun 2016 kami bekerjasama dengan Pemprov Jabar untuk penanganan kerusakan Das Citarum," ucapnya.

Dia menandaskan, Negara harus memikirkan ekosistem. Kodam sudah memberikan pandangan tentang perlunya keseimbangan hidup, hubungan manusia dengan tuhan, sesama dan alam.

"Tapi tidak mungkin semuanya berhasil tanpa dukungan masyarakat sendiri, karena bahaya kerusakan ekosistem jumlah korbannya lebih banyak," tandas Anang.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup provinsi Jawa Barat Dr. Ir. Anang Sudarna., M.Sc PhD mengungkapkan, gerakan penyelamatan lingkungan di hulu harus dikuatkan, untuk menjamin keberlanjutan pembangunan lingkungan Hidup dan ekosistem.

"Lingkungan memiliki relasi yang sangat kuat dengan sumber keberlanjutan air, pangan, energi, kesehatan, dan kualitas udara. Artinya jika terjadi masalah lingkungan hidup maka akan pengaruh pada segala ekosistem, termasuk bencana alam," imbuhnya.

Menanggapi hal itu Bupati Bandung H.Dadang M.Naser,SH,S.Ip.,M.Ip yang sebelumnya menyampaikan harapannya agar Kodam III Siliwangi menjadi lembaga yang mengkoordinasikan semua pihak untuk menjalankan perannya juga mensinergikan program sehingga lahir formulasi solusi untuk masalah Citarum.

"Sekian lama menjadi masalah utama banjir Kabupaten Bandung, di Sungai Citarum dari hulu ke hilir sudah dilakukan berbagai program. Namun, pemerintah bukan tidak berupaya, dalam penanganan masalahnya. Hari kita dusuk bersama untuk merumuskan formulasi solusinya," terang Bupati.

Lebih lanjut Bupati meyakinkan semua pihak agar konsisten menjalankan perannya selama ini. Walau belum ada perubahan yang signifikan tambah Bupati, minimal sudah berupaya.

"Kebijakan program prioritas yang akan dikuatkan yakni pengendalian tata ruang, rehabilitasi dan konservasi DAS, penegakkan hukum lingkungan dan program secara masif untuk perubahan perilaku masyarakat dan menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan lebih serius," pungkas Bupati.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Direktur jendral penegakan hukum Kementrian Lingkungan Hidup Rasio Ridho Sani, Founder Citarum Care Irma Hutabarat, Paguyuban Budiasi Yuhan Subrata, Dandim 0609 Kabupaten Bandung Arh.Andre Wira beserta jajaran, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Setda Kabupaten Bandung H.Marlan,S.Ip.M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah,S.Sos.,M.Si beserta jajaran.

Press Release Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Masalah lingkungan sampai saat ini menjadi sumber bencana di Kabupaten Bandung. Pemerintah secara
Pemerintah Kabupaten Bandung akan menerapkan aplikasi yang fokus pada peningkatan Governance System,