hamile porno hd porno sikiş porno zenci porno mobil porno gizli çekim porno sex filmleri brazzers zenci porno hd porno üniformalı porno zenci porno sex resim

Harga Sayur-mayur Naik Tajam Akibat Kondisi Cuaca dan Kenaikan Harga Pupuk

Rabu, 19 Mei 2010

Kepala Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kab. Bandung, Toto Wilastra Selasa (18/5) mengungkapkan, Berdasarkan pemantauan kami di Pasar Rancaekek dan Cileunyi sebagai sampel, harga komoditas yang mengalami kenaikan paling mencolok adalah cabai merah, bawang putih, tomat, dan kol.

Harga cabai merah di Pasar Banjaran, berkisar antara Rp 20.500 hingga Rp 23.000 per kg. Salah seorang pedagang, Neneng Koswani (26), mengatakan, kenaikan harga mulai terasa sejak akhir pekan lalu. Biasanya harga cabai merah hanya Rp 15.000 hingga Rp 16.000.

Hal yang sama juga terjadi pada komoditas bawang putih, yang harganya saat ini naik hingga Rp 22.000 per kg. Sebelumnya harga bawang putih hanya berkisar Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per kilogram.

Untuk komoditas kol, harganya bahkan melonjak tiga kali lipat. Di Pasar Cileunyi, harganya kini mencapai Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 1.500 per butir. Sementara harga tomat, kini berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 8.500 per kg, naik dari sebelumnya Rp 5.000 per kg.

Menurut Toto, salah satu penyebab kenaikan harga tersebut adalah naiknya harga pupuk sejak bulan lalu. Namun pengaruh kenaikan harga pupuk itu tidak terlalu besar, karena saat ini banyak pula petani yang beralih menggunakan pupuk organik.

Penyebab yang lebih besar, menurut Toto, adalah musim. Musim pancaroba yang terjadi saat ini telah mengakibatkan terjadinya penurunan hasil panen di sejumlah sentra produksi pertanian.

Untuk komoditas cabai merah, misalnya, selama ini Kab. Bandung hanya bisa memenuhi sekitar dua puluh persen dari total kebutuhan, yaitu dari Ciwidey dan Pangalengan. Sementara sisanya dipenuhi dari sentra produksi di daerah lain seperti Ciamis, Tasikmalaya, Majalengka, hingga Bojonegoro di Jawa Timur. Jadi kalau produksi di sentra-sentra produksi itu menurun, pasokannya akan berkurang sehingga berpengaruh terhadap harga di sini.

Meski begitu, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Distanbunhut) Kab. Bandung A. Tisna Umaran, mengatakan, musim pancaroba tidak terlalu berpengaruh terhadap kenaikan harga komoditas yang biasanya bisa dipenuhi oleh petani dari Kab. Bandung. Untuk musim yang sulit diprediksi seperti saat ini, potensi serangan hama penyakit memang lebih besar. Namun dari luas lahan pertanian yang ada di Kab. Bandung, kami belum mendapatkan masalah berupa hama yang menyerang secara sporadis.
Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat, Edisi Rabu 19 Mei 2010
BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengingatkan, aturan netralit
Masing masing terdiri dari 1 orang di Dinas Arsip dan Perpustakaan, 1 orang di Badan Kepegawaian dan