hamile porno hd porno sikiş porno zenci porno mobil porno gizli çekim porno sex filmleri brazzers zenci porno hd porno üniformalı porno zenci porno sex resim

Kabupaten Bandung Bentuk Kampung Siaga Bencana

Senin, 28 Mei 2012

Menyusul dilakukannya penyebaran peta rawan bencana, Pemkab Bandung mulai melakukan pembentukan kampung siaga bencana yang melibatkan masyarakat setempat. Langkah ini perlu dilakukan, mengingat wilayah Kabupaten Bandung memiliki potensi rawan bencana longsor.

"Kabupaten Bandung memiliki luas 176.239 hektar dan secara morfologi merupakan cekungan pada dataran tinggi Bandung, maka tidak heran jika areal pertanian disini sangat subur, namun disisi lain rawan terhadap bencana longsor..", ucap Wakil Bupati Bandung H. Deden Rukman Rumaji, S.Sos pada Pembukaan Penyuluhan Kampung Siaga Bencana di Kampung Salam Desa Panundaan-Ciwidey, Senin (28/5). Turut hadir Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam Kementerian Sosial Drs. Muhamad Helmi, Kepala Dinas Sosial Kab. Bandung Dra. Hj. Nina Setiana, M.Si.

Menyadari Kondisi tersebut, maka menurut Deden R. Rumaji roda pembangunan yang berjalan di Kabupaten Bandung harus berpangkal kepada aspek religi, kultural dan berwawasan lingkungan. "Berwawasan lingkungan ini mengandung pengertian bahwa daya dukung dan kualitas lingkungan harus menjadi acuan utama segala aktifitas pembangunan, agar tercipta tatanan kehidupan yang seimbang, nyaman dan berkelanjutan...", kata Deden R. Rumaji.

Senada dengan hal itu, Muhamad Helmi sangat mendukung terhadap visi yang berpangkal dari aspek kultural dan berwawasan lingkungan. Karena menurutnya kultur masyarakat termasuk didalamnya nilai-nilai sosial yang berlaku di suatu daerah, bisa dimanfaatkan untuk lancarnya pembangunan.

Ia mencontohkan, pada zaman dulu orang-orang tua kita sering melarang seseorang untuk tidak menebang pohon sembarangan. Karena ada anggapan pohon itu ada penunggunya. "Larangan itu ternyata sangat ampuh, karena orang menjadi takut, padahal kalau dikaji sekarang larangan itu merupakan salah satu cara orang tua kita untuk menyelamatkan lingkungan. Bisa dibayangkan jika pohon terus-terusan ditebang, akibatnya bakal erosi dan ini merupakan bencana..", kata Muhamad Helmi.

Penanggulangan bencana yang diterapkan pemerintah saat ini, menurutnya harus berbasis kepada masyarakat. Hal ini perlu dilakukan, mengingat masyarakat setempat yang lebih tahu kondisi daerahnya. "Potensi ini harus diberdayakan dengan cara diberikan penyuluhan bagaimana menghadapi situasi bencana, baik sebelum maupun sesudah kejadian..", kata muhamad Helmi.

Penyuluhan Kampung Siga Bencana (KSB) menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Dra. Hj. Nina Setiana, M.Si berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 28 s/d 30 Mei 2012 yang diikuti 70 peserta. "Seluruh peserta semuanya berasal dari masyarakat yang daerahnya berpotensi bencana...", kata Nina Setiana.

Materi penyuluhan yang diberikan kepada peserta, diantaranya pembuatan road map rawan bencana, pembuatan directory penanggulangan bencana, pembuatan gardu sosial, lumbung sosial serta simulasi penanggulangan bencana.






Sumber : Humas Setda Kabupaten Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengimbau pemerintah kabupaten kota untuk memperket
Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, biasanya dilakukan melalui kegiatan upa