KNPI Mitra Strategis Pembangunan di Kabupaten Bandung

Selasa, 04 Februari 2020

Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung menghadapi tantangan yang cukup kompleks, karena menaungi lebih dari 62 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan 31 Pengurus Kecamatan (PK).

Hal itu disampaikan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, dalam sambutannya di sela-sela acara pelantikan Pengurus DPD KNPI Kabupaten Bandung Masa Bhakti 2020-2023 di Gedong Budaya Sabilulungan Soreang, Jum'at (31/1/2020).

Menurut Bupati Dadang Naser, kehadiran OKP sangat penting untuk mengontrol proses pembangunan, khususnya di Kabupaten Bandung.

"OKP merupakan mitra strategis pemerintah, sebagai salah satu elemen pentahelix. Karenanya mereka dituntut bersikap kritis, memberi masukan yang konstruktif kepada pemerintah, dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat," ucap Bupati Dadang Naser.

Stigma keberadaan OKP yang dulunya terkesan negatif, menurut bupati kini telah bergeser ke arah positif. Banyak di antaranya yang terlibat langsung dalam pembangunan, seperti kegiatan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), kegiatan sosial maupun penanggulangan bencana.

"Pemuda merupakan pelopor dalam membumikan Pancasila, merawat ke-Bhinneka-an di era digital, serta menangkal bahaya radikalisme dan penyalahgunaan narkoba. Saya harap kehadiran KNPI, dengan OKP di dalamnya, bisa menjadi garda terdepan. Mencetak SDM (sumber daya manusia) unggul dan kompetitif di Kabupaten Bandung," harap Dadang Naser.

Pada pelantikan kepengurusan KNPI tersebut, Aziz Syamsul Ashri dilantik sebagai Ketua, sementara dilantik sebagai sekretaris dan bendahara yaitu R. Fauzan A. Supriatna dan Fathu Salam.

Dadang mengucapkan selamat bekerja bagi jajaran kepengurusan KNPI yang baru dilantik. Ia pun mengimbau, agar sinergitas dan kolaborasi di antara pengurus baru dan lama tetap terjalin dalam bingkai Sabilulungan.

"Pemuda harus berperan dalam pembangunan daerah. Karenanya, KNPI harus punya watak dan karakter yang baik, menginspirasi dan profesional. Tetap jalin kerjasama dan kolaborasi, evaluasi kekurangan dan kelebihan sebelumnya. Tingkatkan kegiatan yang lebih positif lagi, dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat khususnya para generasi muda Kabupaten Bandung," pungkasnya.

Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Sebesar 70% atau 3.026 dari 4.299 pos pelayanan terpadu (posyandu) di Kabupaten Bandung, berstrata m
Akselerasi pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung tidak terlepas dari peran serta unsur p