Lagi, Cieunteung Diterjang Banjir

Jumat, 06 Maret 2009

Pemantauan di lapangan, setelah sempat surut dalam satu pekan terakhir, Kp. Cieunteung RW 20 kembali disergap banjir dengan ketinggian 1 meter. Selain perumahan warga, air juga menggenangi Jln. Mekarsari dengan ketinggian 50 cm sehingga jalur tersebut terputus.

Sejak siang hari kami sudah siaga dengan menyiapkan bantalan pasir, untuk menahan air agar tidak masuk ke rumah. Tapi sejak pukul 16.00 WIB, air yang meluap sudah tidak bisa dibendung lagi sehingga wilayah kami kembali tergenangi banjir, kata Iim (36), salah seorang warga.

Menurut Iim, akibat air terus meninggi, sebagian warga sudah mengungsi ke Gedung DPC PDIP Kab. Bandung di Baleendah. Kondisi seperti ini menjadi hal yang biasa. Apalagi kami mendengar hari ini wilayah Kota Bandung diguyur hujan cukup deras. Saya terpaksa harus mengungsi karena kondisi air dikhawatirkan akan terus meninggi lagi, sambung Ny. Eti (48), warga lainnya.

Di Kompleks Asrama Polisi RW 10 Kel. Cibiru Hilir, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung, banjir menggenangi sekitar 200 rumah akibat jebolnya tanggul penahan air. Meski ketinggian air mencapai 60 cm, namun tidak membuat warga mengungsi.

Ketua RW 10, Tri Atmana (45) mengatakan, banjir yang melanda daerahnya merupakan banjir terparah sejak 2003. Saya dapat kabar tanggul jebol, Rabu (4/3) sekitar pukul 18.00 WIB. Saya langsung memberitahukan warga untuk mengantisipasinya. Tapi air terus meninggi pada pukul 19.00 WIB. Dituturkan Tri, untuk mencegah terus meningginya volume air, pihaknya telah membuat tanggul-tanggul berisi pasir dalam karung. Untuk sementara kami juga menyedot air dengan menggunakan pompa air.

Sumber : Harian Umum Galamedia, Jumat 6 Maret 2009

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Satuan Tugas (Satgas) penegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 Tahun 2017 tentang Kawasan
Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ditegaskan bahwa setiap masyarakat m