hamile porno hd porno sikiş porno zenci porno mobil porno gizli çekim porno sex filmleri brazzers zenci porno hd porno üniformalı porno zenci porno sex resim

Pangalengan, Sentra Produksi Sayuran Bernilai Tinggi

Kamis, 20 November 2014

SELAIN dikenal sebagai sentra produksi susu, Kecamatan Pangalengan yang berada diujung selatan Kabupaten Bandung sejak lama dikenal pula sebagai sentra produksi utama sayuran bermutu tinggi.

Berbagai jenis sayuran yang bisa anda dapatkan di Pasar Induk Caringin, Gede Bage dan Andir Kota Bandung, seperti cabe, wortel, brokoli, tomat, sawi maupun saladah sebagian besar berasal dari Pangalengan.

Namun dalam perjalanannya, petani sayuran menurut Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip kerap dihadang oleh beberapa kendala yang cukup spesifik. Seperti sulitnya mendapatkan akses permodalan dari lembaga perbankan, lemahnya penyediaan benih berkualitas, kurangnya sarana dan prasarana disamping lemahnya pendampingan agribisnis sayuran.

Menghadapi kendala tersebut, Pemkab Bandung berketetapan hati menggandeng Bank Indonesia dan Universitas Padjajaran (UNPAD) untuk "berSabilulungan" mengatasi hal itu. Menurut istilah Dadang Naser, ketiga lembaga masing-masing Pemkab Bandung, Bank Indonesia dan Unpad itu dinamakan "ABG" atau singkatan dari Akademis, Bank dan Government (pemerintah).

Kesepakatan ketiga lembaga itu, dikemas dalam bentuk penandatanganan MOU (Memorandum Of Understanding) antara Kepala Kantor Perwakilan Wilayah VI Bank Indonesia, Dia Adiana Rae, Ketua LPPM Unpad Prof. DR. Wawan Hermawan, MSc dan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser di Desa Margamekar Kec. Pangalengan, Selasa (18/11).

Bupati Bandung merasa yakin, perekonomian khususnya pertanian sebuah Negara akan terus berkembang jika mendapat dukungan lembaga perbankan, akademisi dan pemerintah, disamping pelaku usaha itu sendiri.

"Dengan adanya dukungan ini, kita banyak berharap Indonesia pada masa mendatang akan berdaulat dibidang pangan, import beras, terigu atau kedelai dari luar negeri bisa kita kurangi atau dihilangkan sama sekali",katanya yakin.

Keterlibatan pihak akademis dalam pengembangan produksi sayuran, menurut Dadang Naser berfokus pada kajian dan penelitian untuk ketersediaan benih berkualitas tinggi. Sementara pihak perbankan, untuk mempermudah memperoleh kases pembiayaan.

"Sedangkan pihak pemerintah terlibat dalam pengaturan regulasi dan kemudahan pemasaran. Kalu ketiga lembaga ini bersinergi dengan baik, insyaalloh pertanian di Indonesia akan jaya",kata Dadang berapi-api.

Ketua LPPM Unpad Wawan Hermawan menilai kepedulian Pemkab bandung terhadap pembangunan dibidang pertanian patut diacungi jempol. Hal itu terlihat dari berbagai usaha yang telah dilakukan Pemkab Bandung untuk mendorong pengembangan pertanian, mulai dari penyediaan sawah abadi, hingga pengembangan kawasan rumah pangan lestari.

"Saya lihat sendiri, dihalaman rumah dinas Pak Bupati banyak bertebaran rumah pangan, itu contoh yang sangat bagus",kata Wawan Hermawan.




Sumber : Press Release Humas Setda Kabupaten Bandung
BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengingatkan, aturan netralit
Masing masing terdiri dari 1 orang di Dinas Arsip dan Perpustakaan, 1 orang di Badan Kepegawaian dan