hamile porno hd porno sikiş porno zenci porno mobil porno gizli çekim porno sex filmleri brazzers zenci porno hd porno üniformalı porno zenci porno sex resim

Pasar Cileunyi Kumuh dan Semrawut

Senin, 28 Juli 2008

Kondisi tersebut berlangsung sejak Pasar Cileunyi mengalami kebakaran pada tahun 2002. Kebakaran tersebut meluluhlantakkan semua kios yang ada pada saat itu. Setelah peristiwa tersebut, para pedagang kemudian membangun kembali kios yang terbakar dengan biaya sendiri. Hal ini mengakibatkan bangunan pasar tidak tertata dengan baik, sehingga terkesan kumuh dan semrawut.

Untuk memperbaiki kondisi pasar yang kumuh dan semrawut ini, pengelola pasar bekerja sama dengan pihak swasta sebagai pengembang (PT Biladi Karya Abadi) menyiapkan lahan baru untuk Pasar Cileunyi. Lokasi pasar yang baru ini tepat berada di belakang bangunan Pasar Cileunyi lama.

Namun sampai saat ini, bangunan pasar baru tersebut belum pernah terealisasi sepenuhnya. Padahal pembangunannya sudah dimulai sejak tahun 2005, bahkan sebagian sudah dibangun meskipun baru fondasi dan dindingnya saja. Sudah hampir tiga tahun, pembangunan pasar baru tersebut terkatung-katung.

Menurut Direktur PT Biladi Karya Abadi (BKA), Dadang Muhammad Isa ketika di rumahnya, Jln. Cileunyi, belum lama ini, pembangunan Pasar Cileunyi yang belum selesai tersebut menemui kendala dalam proses izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Pasalnya, di lahan pasar seluas 3 hektare ini terdapat pipa Pertamina sepanjang 200 meter yang menghubungkan pipa dari Padalarang dengan Cilacap.

Saat itu, Pemkab Bandung dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) minta surat izin pemanfaatan tanah (IPT). Karena di lahan tanah tersebut terdapat pipa milik Pertamina, kami terlebih dahulu harus memiliki amdal. Amdal ini harus ada rekomendasi dari Pertamina. Proses izin amdal ini yang memakan waktu cukup lama. Alhamdulillah izin tersebut sudah kami terima pada April 2008.

Setelah izzin amdal keluar, katanya, proses selanjutnya adalah pembuatan siteplan dan izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemkab Bandung. Dengan begitu, diharapkan pada Agustus mendatang siteplan dan IMB sudah bisa dikantongi PT BKA. Setelah siteplan dan IMB beres, bulan September mudah-mudahan sudah bisa memulai kembali pembangunan. Dan tahun 2009 diharapkan sudah bisa beroperasi.

Dijelaskan Dadang, Pasar Cileunyi yang baru tersebut rencananya akan dibangun sekitar 600 kios. Saat ini pembangunannya baru sekitar 100 kios. Untuk harga kiosnya, kami masih menggunakan harga lama yang sesuai dengan kesepakan dari Disperindag, yaitu Rp 5 juta/meter. Harga tersebut untuk pedagang lama, sedangkan untuk pedagang baru harganya nanti akan disesuaikan dengan kondisi saat ini yang serbanaik (bahan bangunan).

Sementara itu, Kepala Pasar Cileunyi, Farida M. yang didampingi pelaksana teknis, Ruslan Abdul Gandi, mengatakan, lahan yang digunakan untuk berdagang saat ini rencanaya akan dijadikan terminal. Setelah pasar yang baru selesai dibangun, lahan yang dipakai sekarang nantinya akan dijadikan terminal, saat ini Pasar Cileunyi memiliki sedikitnya 543 kios dan lapak.

Menanggapi rencana pembangunan pasar baru tersebut, sejumlah pedagang mengaku tidak keberatan jika harus relokasi ke pasar baru. Namun, para pedagang berharap harga yang ditawarkan pengembang tidak terlalu mahal. Saya sebenarnya tidak apa-apa pindah ke pasar yang baru, apalagi pasar yang sekarang kondisinya seperti begini (kumuh dan semrawut). Tapi harganya jangan terlalu mahal, kata Munir yang sudah berjualan di Pasar Cileunyi sejak sebelas tahun lalu.

Amin (60), pedagang lainnya menyatakan, sebelum memutuskan untuk pindah ke pasar baru, terlebih dahulu ia akan melihat situasi dan kondisi yang ada. Kalau saya lihat dulu sikon (situasi dan kondisi). Kalau banyak yang pindah, ya saya ikut pindah. Tapi kalau pedagang lain tidak mau ikut pindah, saya juga akan tetap bertahan di sini.
Sumber : Harian Umum Galamedia, Senin 28 Juli 2008

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengingatkan, aturan netralit
Masing masing terdiri dari 1 orang di Dinas Arsip dan Perpustakaan, 1 orang di Badan Kepegawaian dan