Pemkab Bandung Targetkan Pelaksanaan Pilkades Serentak Sukses Tanpa Ekses

Rabu, 31 Juli 2019

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Drs. Teddy Kusdiana, M.Si menargetkan, pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Gelombang III Tahun 2019 di Kabupaten Bandung berjalan sukses tanpa ekses.

“Pilkades serentak ini merupakan bentuk demokrasi dalam menentukan pemimpin di tingkat desa. Sehingga perlu dikawal bersama agar pelaksanaannya sesuai dengan asas pimilihan yakni, Luber Jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil). Kami juga menargetkan Pilkades serentak gelombang III ini berjalan sukses tanpa ekses,” jelas sekda seusai menghadiri acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Santiaji Pilkades di Hotel Sutan Raja Soreang, Selasa (30/07/2019).

Dirinya menuturkan, pelaksanaan pilkades serentak terbukti lebih efektif dan efisien. Sementara untuk pelaksanaan pilkades tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 18,5 miliar.

“Berdasarkan hasil evaluasi pada 2015 lalu di 48 desa dan 2017 di 22 desa, pelaksanaan pilkades serentak dinilai lebih efektif dan efisien. Karena dalam sekali proses tahapan pilkades, kita dapat mengawal pelaksanaannya dalam waktu bersamaan,” tuturnya.

Pada acara yang dihadiri 977 peserta tersebut ia berharap, dalam pelaksanaannya nanti, Kepala Seksi (Kasi) pemerintahan kecamatan, Panitia Pilkades, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) kecamatan untuk berpedoman pada aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Pahami regulasi yang ada. Jangan malu dan ragu untuk meminta saran, masukan dan petunjuk kepada camat atau panitia pilkades tingkat kabupaten. Dengan sabilulungan, mari kita menjaga dan mengawasi Pilkades Serentak Kabupaten Bandung Tahun 2019 ini, agar berlangsung dengan tertib, aman, damai dan bermartabat,” ajak Teddy.

Tak hanya itu, sekda juga menekankan kepada seluruh panitia pilkades untuk bersikap netral pada pelaksanaan pilkades nanti.

"Panitia harus berkomitmen untuk bersifat netral. Karena Ini merupakan salah satu prasyarat untuk menjadi panitia pelaksana pilkades," imbau sekda.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Drs. H. Tata Irawan Subandi, M.Si mengungkapkan, Pilkades serentak tahun ini akan dilaksanakan pada 26 Oktober 2019 di 199 desa.

“Sebaimana kita ketahui bersama, saat ini Pemkab Bandung dihadapkan kepada beberapa isu sentral yang memerlukan perhatian serta sikap yang sungguh-sungguh. Salah satunya pelaksanaan pilkades serentak pada 26 Oktober 2019 mendatang,”ungkap Kepala DPMD.

Dirinya melanjutkan, bimtek tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi panitia, BPD dan panwas kecamatan dalam rangka penguatan penyelenggaraan Pilkades Serentak Gelombang III Tahun 2019.

“Selain mewujudkan efektifitas dalam pelaksanaan pilkades, kegiatan ini juga diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para peserta bimtek tentang penyelenggaraan pilkades serentak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Tak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mewujudkan pilkades yang sukses tanpa ekses,” ungkap Tata.

Dirinya menjelaskan, pada bimtek tersebut pihaknya akan menjelaskan persoalan-persoalan apa saja yang ada pada pelaksanaan pilkades.

“Kami juga berharap peserta bisa memahami aturan-aturan dan regulasi pelaksanaan pilkades secara baik, karena regulasinya banyak, seperti Peraturan Daerah (Perda) nomor 19 Tahun 2014, Peraturan Bupati (Perbup) nomor 9 Tahun 2019 dan Perbup nomor 40 Tahun 2019,” pungkas Kepala DPMD Kabupaten Bandung.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser menerima penghargaan Anubhawa Sasana Kelurahan dari Kementerian Hu