Penduduk Lima Kampung Terpaksa Mengungsi Lagi

Kamis, 04 Maret 2010

Warga yang mengungsi sebanyak 1.153 orang, berasal dari Cieunteung dan empat kampung di Kel. Andir, yakni Kampung Uak, Jambatan, Ciputat, dan Kulalet, kata Koordinator Dapur Umum PMI Kab. Bandung, Dedi Iswandi, Rabu (3/3).

Sebanyak 396 pengungsi menempati Gedung Juang, 350 orang di GOR Baleendah, 360 orang di kantor sekretariat partai politik, dan 47 orang di Kwarcab Pramuka Kab. Bandung. Setiap hari kami menyediakan 1.200 nasi bungkus yang dibagikan dua kali dalam sehari untuk makan pagi dan makan sore para pengungsi maupun relawan banjir.

Menurut Dedi, korban banjir, terutama dari Cieunteung, sudah hampir dua bulan berada di tempat pengungsian karena jalan maupun rumah-rumah mereka dipenuhi lumpur. Ketinggian lumpur di jalan maupun di dalam rumah bervariasi antara 50 cm sampai 1 meter. Pintu rumah tidak bisa dibuka karena terganjal tebalnya lumpur, kata Ketua RT 02 RW 20 Cieunteung, Dede, di lokasi pengungsian.

Warga meminta agar pemerintah mengirim alat-alat berat untuk membantu membersihkan lumpur, terutama di jalan maupun gang-gang. Sementara lumpur di rumah-rumah warga, akan dibersihkan sendiri oleh pemiliknya asalkan ada truk pengangkut lumpur. Namun, pembersihan lumpur itu baru bisa dilakukan setelah banjir benar-benar surut.

Saat ini banjir masih menggenangi Cieunteung dengan ketinggian dari 50 cm sampai 1,5 meter karena hujan deras yang terjadi Selasa (2/3) petang. Selain pembersihan lumpur, warga Baleendah juga mendesak pemerintah agar segera menormalisasi Sungai Citarum dan Sungai Cisangkuy serta anak-anak sungainya yang sudah dangkal sehingga menyebabkan banjir.

Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Aula kantor Kec. Baleendah, Rabu (3/3), desakan normalisasi aliran sungai juga dikemukakan warga. Selain itu, pemerintah harus memperbaiki pintu-pintu air yang rusak serta membangun tanggul dan kirmir sungai. Kalau Sungai Citarum dan Sungai Cisangkuy menjadi kewenangan pemerintah pusat dan Pemprov Jabar, tetapi sungai-sungai kecil atau ’cucu’ Sungai Citarum, menjadi kewenangan Pemkab Bandung, kata Anggota DPRD Kab. Bandung, H. Firman Soemantri, Rabu (3/3).

Sungai-sungai kecil yang bermuara ke Sungai Citarum, Cisangkuy atau Cikapundung, di antaranya Sungai Citembong, Cisartembong, Cigado, Cibatu, dan Sungai Cimeong. Warga Kec. Baleendah juga mengusulkan pembuatan polder air di tanah milik Pemkab Bandung untuk menampung air yang meluap dari Sungai Citarum. Usul lainnya pembuatan dan perbaikan tanggul atau kirmir sungai yang jebol.

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat, Kamis 4 Maret 2010

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Satuan Tugas (Satgas) penegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 Tahun 2017 tentang Kawasan
Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ditegaskan bahwa setiap masyarakat m