Penyelesaian Lahan Kritis Bandung Selatan, Pemerintah Targetkan 4 Ribu hektar RHL

Jumat, 03 November 2017

Sebagai upaya pemerintah dalam menyelesaikan permasalah lahan kritis di Bandung Selatan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Perum Perhutani bersama Pemerintah Kabupaten Bandung, targetkan sekitar 4 ribu hektar untuk dilakukan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala Divisi Regional Perhutani Jabar dan Banten (Divreg Janten) Ir.Endung Trihartaka,M.Si usai acara Sosialisasi program RHL dalam kawasan hutan Perum Perhutani divreg Janten di Gedung Moch. Toha Soreang, Kamis (2/11).

"Luas kawasan kami yakni 675 ribu hektar sej Jawa Barat, sedangkan di Bandung Selatan, dari 55 ribu lahan kritis tinggal sekitar 4 ribu lg yg perlu direhabilitasi. Jika sudah target ini selesai, maka seluruh hutan perhutani yang ada d wilayah Bandung ini sudah selesai semua," ungkap Endung.

Menurut Endung, wilayah yang akan dipenetrasi merupakan kawasan DAS Citarum selama bulan november dan desember.

Selain kerja sama dengan pemerintah, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam hal pengamanan hutan lindung.

"Program ini ke depan akan mengajak juga seluruh elemen masyarakat, dalam hal pengamanan hutan lindung yang direhabilitasi. Dengan 3 acuan yakni pohon yang kita tanam jenisnya multiguna, bisa bermanfaat untuk ekologi, sosial dan ekonomi, melalui sistem PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat)," tandasnya.

Sementara, menurut Bupati Bandung H.Dadang M. Naser, SH.,M.Ip, sebelumnya pemerintah juga sudah melakukan memorandum of Understanding (MoU) dengan perhutani untuk memperkuat penanaman pohon di di DAS Citarum.

"90 persen penanaman pohon di Sub DAS Citarum sudah baik, kali ini akan di sosialisasikan pemetaannya hingga breakdown di lapangan, untuk penanaman pohon di berbagai wilayah," ucap Bupati Bandung didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah.

Selain untuk kelangsungan hidup manusia lanjutnya, penanaman pohon juga bisa mengurangi resiko terjadinya bencana. Dia berharap program ini bisa menjadi solusi dari persoalan lingkungan selama ini.

"Tanggungjawab kita saling bertauan untuk bersama memikirkan bagaimana pemda dan perhutani berbuat, bukan saling menyalahkan atas kerusakan alamyang selama ini terjadi, bahkan hingga mengakibatkan bencana yang berujung korban," tegasnya.

Bupati memberikan peringatan keras terhadap kelompok masyarakat yang masih menanam sayur di lahan miring, dan menghimbau agar menggantinya dengan tanaman pohon keras.

"Lahan kritis jangan dibiarkan gundul, apalagi ditanami sayur. Perhatikan, jangan sampai ada hutan yang tidak tertanami pohon keras, seperti buah saninten sebagai endemiknya jabar sejenis kacang, tanaman makademia, alpukat, kopi, nangka, eucalyptus dan lainnya," harap Bupati.

Lebih lanjut Dia mengajak semua pihak untuk mengevaluasi agar terbangun gerakan gotong royong bersama masyarakat untuk membentuk Desa hutan.

"Pelajar juga sudah kita libatkan untuk program satapok. Mudah- mudahan akan terbentuk kawasan rindang, dan asri melalui program ini, khususnya untuk RHL di DAS Citarum di Kabupaten Bandung.

Pada kesempatan itu, hadir Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum-Ciliwung Ir. Djonli, MF, perwakilan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, jajaran Polsek dan Koramil, para Kepala Desa dan penggiat lingkungam se Kabupaten Bandung.

Press Realese Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Upaya pemerintah dalam penertiban pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) terus dilakuka
Panglima Kodam III Siliwangi Doni Monardo, menyatakan keterbukaanya untuk bersama-sama turun membang