hamile porno hd porno sikiş porno zenci porno mobil porno gizli çekim porno sex filmleri brazzers zenci porno hd porno üniformalı porno zenci porno sex resim

Perajin Anyaman Cangkuang Kesulitan Bahan Baku

Senin, 28 Juli 2008

Dampak dari persaingan tersebut, para perajin anyaman ini kesulitan bahan baku karena dibeli para pengusaha toko bangunan. Bahan baku seperti kayu untuk soko (dudukan boboko) sekarang sulit didapat karena yang punya pohon kayu lebih memilih menjualnya ke toko bangunan. Ini dikarenakan harga jualnya cukup tinggi, kata Ny. Oneng (28), salah seorang perajin anyaman, Minggu (27/7).

Dikatakan, dirinya bukan tidak mau membeli bahan baku dengan harga seperti pengusaha toko bangunan. Namun jika dipaksakan, dipasti dirinya tidak akan meraih untung. Kalau mengikuti harga, gimana mau untung. Apalagi untuk memasarkan hasil anyaman seperti boboko, sekarang tidak ada yang nampung dan harus dijual ecer.

Oneng mencontohkan, harga satu pohon albasiah untuk soko antara Rp 30.000-Rp 100.000 dan cukup untuk lima kodi boboko. Sedangkan awi tali untuk satu pohon (lenjer) Rp 5.000-Rp 6.000 dan bisa untuk satu kodi boboko. Itu belum paku dan bahan lainnya. Sedangkan satu boboko hanya dijual sekitar Rp 2.500-Rp 5.000. Kalau mengikuti harga bahan baku seharga toko bangunan, kita untung dari mana.

Meski cukup kesulitan mendapat bahan baku, lanjut Oneng, ini tidak akan membuatnya berhenti memproduksi barang anyaman, seperti boboko, nyiru, tolombong, dan lainnya. Selain masih banyak yang membutuhkan, hasil penjualannya lumayan untuk menambah risiko dapur. Hal ini dibenarkan Apud (36), Ketua RT 04. Selain untuk menambah risiko dapur, di desanya ini warga memproduksi anyaman karena usaha turun temurun.
Sumber : Harian Umum Galamedia, Senin 28 Juli 2008

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Pokja Pemilihan Pengadaan Jasa Konstruksi Pekerjaan Renovasi Eksterior dan Interior Masjid Agung Al
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan program pemerintah pusat berupa bantuan teknis (bantek) y