Peringatan HAN 2019, Anak Gembira Tanpa Gawai

Kamis, 22 Agustus 2019

Kualitas anak dan generasi muda sangat menentukan tingkat kemajuan suatu bangsa. Setiap anak perlu mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial. Tak kalah penting anak juga harus memperoleh perlindungan dan terpenuhi hak-haknya.

Hal itu diungkapkan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, S.H, S.Ip, M.Ip saat acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 yang digelar bersamaan dengan Graduation Day Personal Advancement and Career Enhancement (P.A.C.E) di Dome Balerame Soreang, Selasa (13/8/2019).

‘’Upaya membangun karakter anak merupakan sebuah kewajiban berkelanjutan. Hasilnya nanti akan terlihat dalam beberapa dekade mendatang. Pemenuhan atas hak-hak anak di masa sekarang, merupakan jaminan atas ketersediaan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berdaya saing di masa depan,’’ ucapnya.

Bupati mengatakan, posisi anak sangat penting sebagai elemen masyarakat. Oleh karena itu sejak tahun 1984, pemerintah menetapkan tanggal 23 juli sebagai hari anak nasional. Hal tersebut lanjutnya juga menjadi sebuah peringatan, bahwa anak merupakan individu yang unik, serta penuh dengan potensi.

‘’Kita tentu berharap, masa depan Kabupaten Bandung akan dikelola oleh insan-insan yang berintegritas, kompeten dan berbudaya. Mereka unik dan berpotensi, dan di pundak anak-anak Kabupaten Bandung lah masa depan itu berada. Sudah seharusnya kita mengupayakan anak kita menjadi insan yang religius, memiliki semangat kebangsaan dan cinta tanah air, disiplin dan kerja keras, kreatif dan mandiri, serta memiliki kepedulian sosial,’’ papar bupati dihadapan ribuan perwakilan siswi SMP se-Kabupaten Bandung itu.

Dirinya berharap, dengan peringatan HAN yang bertema nasional ‘Kita Anak Indonesia, Kita Gembira’ dan tema Kabupaten Bandung ‘Sehari Tanpa Gawai’ tersebut, para orangtua pun akan ikut meningkatkan perlindungannya terhadap anak-anak saat beraktivitas dengan gawainya.

‘‘Apalagi di era kemajuan teknologi yang semakin pesat seperti saat ini, para orang tua harus meningkatkan perlindungan kepada anak-anak terhadap aktivitas dengan gadgetnya, aktivitas di dunia siber dan aktivitas di dunia maya harus menjadi perhatian orang tua. Kita semua harus betul-betul fokus bahwa anak-anak tidak bisa diserahkan pada alam ataupun dunia maya. tetapi anak harus dididik, dibina dan dibimbing. Di sekolah, guru adalah wakil orang tua, maka pada kesempatan ini pula saya berharap di sekolah tidak hanya transfer of knowledge (transfer pengetahuan) tapi juga harus transfer of attitude (transfer perilaku),’’ harap Bupati.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung H. M. Haerun, S.H, M.H. menyebutkan pihaknya akan terus berupa memenuhi semua kebutuhan yang menjadi hak anak, juga melindungi anak-anak dari berbagai pengaruh buruk yang berdampak negatif.

‘’Kita akan terus berupaya memenuhi dan melindungi apa yang menjadi hak anak-anak, khususnya di Kabupaten Bandung. Dengan peringatan HAN 2019 ini, kita mengajak anak-anak untuk bisa merasakan sejatinya dunia anak-anak yang ceria, gembira, penuh kejutan dengan bermain. Bukannya sibuk sendiri bermain gawai,” tutur Haerun.

Haerun menjelaskan, pada peringatan HAN 2019 diperkenalkan kembali berbagai permainan tradisional yang sarat akan filosofi positif. Dengan bermain bersama menggunakan berbagai alat tradisional, anak akan belajar strategi, kreativitas, kepemimpinan, tanggungjawab, kerjasama juga pengambilan keputusan.

‘’Anak-anak tanpa gawai diganti dengan bermain, akan banyak manfaatnya. Walaupun bermain kotor-kotoran, berkeringat, bau, lecet-lecet, tapi ada banyak filosofi di dalamnya. Jadi para orangtua tidak usah khawatir kalau anaknya seperti itu, biarkan saja mereka berkreasi karena akan berdampak positif,” pungkasya.

Menambahkan hal itu, Kepala Bidang Perlindungan Anak pada DP2KBP3A Haslili Lindayani Lubis memaparkan, berbagai upaya telah dilakukan pihaknya. Antara lain memperbaiki berbagai layanan bagi anak, yakni pembangunan sekolah ramah anak, adanya Peraturan Daerah (Perda) perlindungan anak, membentuk komisi perlindungan anak daerah (KPAD), serta mencanangkan pembangunan yang berorientasi pada jaminan hak anak.

‘’Pemerintah memberi ruang bagi anak-anak untuk tumbuh berkembang di ruang publik. Antara lain di arena-arena bermain yang edukatif seperti sains center, taman uncal, taman anak, taman perpustaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung serta kawasan edukatif lainnya,” tutur Linda.

Pada kesempatan itu lanjut dia, Kegiatan Graduation Day Program P.A.C.E dan Peringatan HAN Kabupaten Bandung turut didukung oleh Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Arsip dan Perpustakaan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Dinas Kominfo.

‘’Ini kerja sabilulungan, karena semua Perangkat Daerah (PD) tadi memiliki program yang berkaitan dengan anak, dan akan terus bersinergi untuk menguatkan Kabupaten Bandung sebagai Kabupaten Layak Anak,” tutupnya.

Sumber: Humas Pemkab Bandung

Attachments area
BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Satuan Tugas (Satgas) penegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 Tahun 2017 tentang Kawasan
Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ditegaskan bahwa setiap masyarakat m