Peringatan HBN ke-70, Wabup : ‘Spiritnya tak boleh luntur’

Rabu, 26 Desember 2018

Peringatan Hari Bela Negara (HBN) yang biasa diperingati setiap 19 Desember, kali ini diperingati untuk ke-70 kalinya di seluruh nusantara. Wakil Bupati Bandung H. Gun Gun Gunawan, S.Si.,M.Si mengatakan, bahwa bela negara merupakan sebuah keharusan yang dilakukan oleh segenap bangsa. “spirit dan semangatnya enggak boleh luntur sejak zaman perang. Karena bukan hanya milik para pejuang saja, tapi kita semua sebagai warga negara Indonesia,” ungkapnya usai pimpin apel HBN ke-70 tingkat Kabupaten Bandung di Lapang Upakarti, Soreang, Rabu (19/12/2018).

Dalam mewujudkan bentuk bela negara lanjutnya, masyarakat dihadapkan dengan tantangan era milenial. Menurutnya, rasa nasionalisme yang tumbuh sejak lama harus terpupuk terus menerus, jangan sampai tergerus zaman. “Saat ini, konteksnya bagaimana kita mewariskan rasa nasionalis kepada generasi muda saat ini dan generasi mendatang yang lebih dinamis. Jaga persatuan, lawan perpecahan, berikan kontribusi untuk membangun daerah dan jangan sampai perjuangan para pahlawan kita sia-sia,” imbuhnya.

Lebih lanjut Gun Gun menyebutkan, di Kabupaten Bandung bentuk bela negara sangat terasa. Dengan keterlibatan seluruh elemen baik pemerintah, masyarakat serta berbagai pihak luar, ikut berpartisipasi dalam pembangunan.

“Sebut saja keberhasilan dalam hal pengentasan kemiskinan yang terintegrasi di Kabupaten Bandung, kemudian keberhasilan pemberdayaan masyarakat desa melalui optimalisasi dana desa, untuk berbagai pembangunan, soal lingkungan juga sudah terjalin kerjasama hingga pemerinta pusat dan lintas sector serta prestasi lainnya yang diberikan, merupakan bentuk bela negara juga,” terang Gun Gun didampingi Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung Aam Rahmat,S.Sos.,M.Si.

Menurutnya, hal tersebut juga menegaskan bahwa bela negara adalah kerjasama segenap elemen bangsa dan negara. bukan hanya pemerintah, apalagi sekedar nomenklatur program instansi atau satuan kerja tertentu saja. bela negara terutama adalah wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat. dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda, tokoh agama, semua bisa dan wajib ikut serta sesuai dengan bidang profesi masing-masing.

“Bela negara itu ya dilakukan bersama dengan tujuan mensejahterakan bangsa, bukan individualis. Ssebagai sebuah contoh, di tengah banyaknya tantangan yang melintas batas ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan nasional, bangsa lain telah semakin jauh memasuki era robotik. alhamdulillah, tahun ini negara kita sudah memulai langkah dengan merampungkan roadmap industri 4.0. saya tegaskan bahwa roadmap ini bukan untuk gagah-gagahan. roadmap ini pun dapat dianggap sebagai manifestasi bela negara. roadmap ini mengakselerasi kesiapan rakyat menghadapi era robotik. era dimana ratusan ribu jenis pekerjaan manual akan digantikan oleh teknologi-teknologi disruptif,” paparnya.

Dirinya berharap peringatan ini bisa mengingatkan seluruh lapisan masyarakat, baik di sektor sipil maupun aparatur negara untuk membela negaranya dalam berbagai hal. "Saya harap, peringatan ini bisa mengingatkan kita semua bahwa tanggung jawab untuk membela negara bukan hanya pada aparatur negara baik sipil maupun militer dan kepolisian, tapi juga pada setiap warga negara," pungkas Wakil Bupati Bandung.

Disamping itu, Aam Rahmat menambah bahwa saat ini sudah lahir Instruksi Presiden nomor 7 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara 2018-2019. “Kita wajib mendukung implementasi Inpres ini, karena upaya bela negara akan menjadi lebih sistematis, testruktur, terstandarisasi dan massif,” tandas Aam.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung me
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung menyatakan sangat mendukung program Bupati Band