Pertimbangkan Luas Wilayah, Bupati Bandung Pertahankan UPTD

Sabtu, 25 Agustus 2018

Dengan mempertimbangkan luas wilayah, Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.Ip., M.Ip akan tetap pertahankan keberadaan Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) di Kabupaten Bandung. Hal tersebut diungkapkan Bupati seusai acara Pengangkatan Sumpah dan Pelantikan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang Memangku Jabatan Fungsional Guru Sebagai Kepala Sekolah, Guru, Bidan, Perawat Ahli dan Instruktur di Gedung M. Toha Soreang, Senin (20/8).

“Kalau kita lihat geografis Kabupaten Bandung yang memiliki luas wilayah sekitar 1.768 kilometer persegi dengan jumlah kecamatan sebanyak 31 kecamatan, ini akan menjadi hal yang sangat berat jika UPTD harus dihapus. Kalau di kota sih masih memungkinkan, karena cakupannya sedikit,” Jelas Dadang M Naser.

Bupati menilai, UPTD merupakan kepanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Bandung. Keberadaannya juga sangat membantu pemerintah dalam menyampaikan program-program kepada masyarakat, khususnya di daerah yang tidak dapat dijangkau oleh pemerintah.

“UPTD sendiri memiliki posisi yang sangat strategis, mereka dapat terjun langsung ke lapangan untuk melayani masyarakat sekaligus menyampaikan program-program dari pemerintah. Dikhawatirkan jika UPTD tidak ada, pelayanan kepada masyarakat akan terhambat. Oleh karena itu, kami akan tetap mempertahankan keberadaan UPTD di Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

Dadang juga menambahkan, pihaknya akan tetap mentaati peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). “Karna kami ingin taat aturan, jadi kami bijaksanai dengan menjadi koordinator untuk daerah yang merasa keberatan dengan keputusan ini. Kami akan tunda sampai ada UPTD definitif di bulan Desember nanti,” imbuh Bupati Bandung.

Selain itu, pada acara Pengangkatan sumpah jabatan, Bupati Bandung melantik 575 PNS. “575 PNS yang dilantik hari ini terdiri dari 393 kepala sekolah, 166 guru, 5 bidan, 10 perawat ahli dan 1 instruktur,” papar Dadang M Naser.

Dirinya menyampaikan, rotasi dan mutasi merupakan hal yang biasa dalam sebuah organisasi birokrasi. Dengan adanya pelantikan tersebut diharapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Bandung dapat terus meningkat.

“Rotasi dan mutasi ini merupakan suatu sistem yang harus dilalui oleh PNS. Untuk pelantikan hari ini di dominasi oleh bidang pendidikan, yakni guru yang diberi amanah menjadi kepala sekolah,” ungkanya.

Bupati berpendapat, pendidikan memiliki peran penting dalam pembangunan sebuah negara. Dengan banyaknya guru yang dilantik, daya saing daerah khususnya dibidang SDM harus terus meningkat.

“Dalam dunia pendidikan, guru memiliki posisi yang sangat strategis khususnya dalam bidang pembangunan SDM. Selain itu, sekolah juga merupakan tempat untuk mencetak kader-kader bangsa dimasa yang akan datang,” imbuhnya.

Tidak hanya bidang pendidikan, Bupati Bandung juga melantik beberapa orang dari bidang kesehatan. Bupati berharap dengan adanya pelantikan tersebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung semakin meningkat.

“Sesuai dengan kesepakatan dunia melalui badan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), penilaian kualitas pembangunan sebuah negara dilihat dari IPM (Indeks Pembangunan Manusia) negara itu sendiri. Dengan adanya pelantikan ini diharapkan dapat mendukung indikator penilaian IPM seperti pendidikan, kesehatan dan daya beli,” pungkas Bupati Bandung.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung me
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung menyatakan sangat mendukung program Bupati Band