Ratusan Rumah Kebanjiran Lagi

Kamis, 11 Maret 2010

Di Kec. Baleendah, banjir menggenangi Kel. Andir dan Kel. Baleendah dengan kedalaman 50 sentimeter hingga 2 meter. Lurah Baleendah Heru Kiatno ketika ditemui di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kec. Baleendah, Rabu (10/3) mengatakan, banjir menggenangi RW 9, 20, dan RW 28. Akibat hujn deras, air mulai naik Selasa malam sekitar pukul 23.30 WIB dan menggenangi rumah warga mulai pukul 3.00 WIB.

Genangan banjir di Cieunteung, yang pekan lalu sempat surut hingga tinggal sekitar 50 sentimeter di Jln. Mekarsari, kemarin naik kembali menjadi 2 meter. Genangan air juga memutuskan akses jalan Anggadiredja. Menurut Heru, jumlah pengungsi di Kel. Baleendah kini meningkat hampir dua kali lipat. Jumlah pengungsi kemarin mencapai 208 KK (787 jiwa), yang ditempatkan di aula gedung salah satu partai politik sebanyak 56 KK (205 jiwa), Gedung Joeang 98 KK (422 jiwa), dan tenda pengungsian RW 28 sebanyak 54 KK (160 jiwa).

Camat Baleendah Usman Sayogi mengatakan, jumlah pengungsi juga bertambah di Kec. Andir. Kemarin tinggal 160 jiwa, sekarang ada sekitar 350 jiwa. Meski begitu, dapur umum masih akan dipusatkan di dua titik, yaitu di Gedung Joeang dan Kantor Inkanas di Universitas Bale Bandung. Kami mungkin akan menambah dapur umum, tapi tergantung keadaan besok.

Di Kec. Bojongsoang, ratusan rumah terendam di tiga desa, yaitu Desa Bojongsoang (lima RW), Tegalluar (empat RW), dan di Desa Bojongsari satu RW. Air dengan ketinggian 20 hingga 60 sentimeter itu mulai naik Rabu dini hari. Kami masih mendata jumlah rumah yang rusak, ucap Camat Bojongsoang, Yudi Abdurrahman. Sementara di Kec. Dayeuhkolot, banjir dengan ketinggian 30 sentimeter hingga 1,5 meter melanda beberapa RW. Banjir di antaranya menggenangi sebagian Desa Cangkuang Wetan di RW 1, 2, 7, 8, dan 9.

Banjir juga menggenangi rumah-rumah penduduk dan areal persawahan di Desa Rancaekek Wetan, Desa Rancaekek Kulon, Desa Bojongloa, Desa Sukamanah, Desa Haurpugur, Desa Linggar, dan Desa Sukamulya. Pemandangan di sepanjang jalan antara Jln. Raya Rancaekek-Dangdeur sampai ke Solokanjeruk, seperti lautan karena ketinggian air sampai satu meter," kata anggota DPRD Kab. Bandung asal Rancaekek, Cecep Suhendar, Rabu (10/3).

Banjir terjadi akibat hujan deras mengguyur daerah Rancaekek dan sekitarnya pada Selasa (9/3) pukul 17.00 WIB. Banjir kali ini lebih parah karena air kiriman dari daerah Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang. Warga Bumi Rancaekek Kencana, Cici Wartisah mengatakan, ketinggian banjir yang menggenangi perumahan antara 25 sentimeter sampai satu meter. Air masuk ke rumah-rumah dan warga tidak bisa tidur dengan tenang karena takut air terus naik, kata Kepala SD Darul Hikam Rancaekek itu.

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat, Kamis 11 Maret 2010

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Satuan Tugas (Satgas) penegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 Tahun 2017 tentang Kawasan
Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ditegaskan bahwa setiap masyarakat m