Sarasehan Lingkungan, Media Aspirasi Penggiat Lingkungan

Selasa, 23 Juli 2019

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sangat terbuka menerima saran dan rekomendasi dari seluruh elemen masyarakat dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan.

Kepala DLH Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, S.Sos, M.Si mengatakan ketika menghadapi permasalahan lingkungan, pemerintah daerah memerlukan strategi dan kerjasama semua pihak.

Saat ini, sebut Asep Kusumah sudah banyak upaya dan terobosan-terobosan program berbasis lingkungan yang sudah dilakukan pihaknya maupun penggiat lingkungan.

Hal itu tentunya kata Asep, selaras dengan moto pembangunan Bupati Bandung H.Dadang M.Naser, Sabilulungan, membangun kemajuan di Kabupaten Bandung melalui kebersamaan.

"Disamping kerjasama, Kita pun butuh strategi untuk menyatukan energi dan memperkuat upaya yang sudah dilakukan oleh semua pihak. Kita coba mewujudkannya melalui Sarasehan Lingkungan. Sarasehan ini bisa menjadi salah satu media penampung aspirasi dan mengapresiasi kiprah mereka", ucap Asep saat membuka Acara Sarasehan Lingkungan Tahun 2019, dengan tema "Aku dan Lingkungan" yang berlangsung di Bale Kandaga Soreang, Kamis (18/07).

Asep menuturkan, sebelumnya pada bulan Maret lalu sudah dilakukan kegiatan tersebut. Saat itu, terbentuk empat kelompok kerja (pokja) yang akan ikut berkontribusi memberikan saran dan rekomendasi dalam penanganan Konservasi Hutan dan Lahan, Pengelolaan Sampah, Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) serta pengembangan Inovasi Lingkungan.

Pada sarasehan kali ini, tambah Asep kita kemas dalam bentuk Fokus Group Discussion (FGD). Masing-masing pokja akan mempresentasikan hasil kegiatannya. Tentunya output yang diharapkan lanjut Asep akan tertampungnya saran, rekomendasi dan aspirasi, para penggiat dan komunitas lingkungan yang pada akhirnya akan membantu pihaknya dalam merumuskan regulasi.

Lebih jauh, Ia menjelaskan bahwa Sarasehan bernuansa sosial itu merupakan inisiatif Bupati Bandung.

Bupati Dadang Naser sangat konsen terhadap persoalan lingkungan. Dari lima program prioritas pembangunannya, persoalan lingkungan diakui Bupati cukup berat jika tidak ada kerjasama dengan semua pihak.

Merujuk pada arahan dan harapan Bupati, lanjut Asep semua kegiatan yang dilakukan harus mendukung percepatan perwujudan visi pembangunannya, yang religius, kultural dan berwaswasan lingkungan

"Sesuai arahan Pa Bupati, ketika kita menjalankan program kegiatan harus berlandaskan pada visi dan misi pembangunnanya. Dalam persolalan lingkungan ini, sudah saatnya semua masyarakat pun secara individu terlibat aktif dan menjadi pahlawan bagi lingkungannya", ungkapnya.

Melalui Sarasehan, Ia berharap akan ada masukan terkait apa yang sebaiknya harus dilakukan pemerintah daerah dan pemerintah desa.

"Dunia usaha harus melakukan apa dan sejauhmana peran masyarakat bisa berkontribusi mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lingkungan di Kabupaten Bandung", harapnya pula.

Pada kesempatan itu, ia pun mendorong pemerintah desa untuk bisa menjadi 'leader of change'. Desa merupakan unit pemerintahan terdepan, karena paling dekat dengan masyarakat.

"Desa punya anggaran, kewenangan untuk membuat peraturan desa, memiliki lahan carik, dan yang jelas punya masyarakat. Ini tentunya akan memperkuat otoritasnya sebagai leader of change, untuk turut membawa perubahan lingkungan menjadi lebih baik lagi", ucapnya.

Sementara itu salah satu penggiat lingkungan, Memet Ahmad Surahman atau biasa disapa Eyang Memet itu, dalam presentasinya sempat mengemukakan apresiasinya terhadap langkah Pemkab Bandung dalam menggandeng para civitas lingkungan.

Dalam pandangannya, sebaik apapun upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah tidak akan berjalan jika perilaku manusianya dalam memperlakukan lingkungan tidak baik.

"Kami merasa dihargai. Kita atau siapapun bebas mengkritisi pemerintah daerah selama diiringi solusi, dalam hal ini tentang perbaikan lingkungan. Dengan semangat pentahelix dan sabilulungan Pa Bupati, kami pun siap bersinergi dengan pemerintah daerah", tegasnya.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengingatkan para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung
Pada tahun 2001 Ronny Nopirman, seorang warga Kecamatan Baleendah, memiliki sebuah mobil tua merk Ci