hamile porno hd porno sikiş porno zenci porno mobil porno gizli çekim porno sex filmleri brazzers zenci porno hd porno üniformalı porno zenci porno sex resim

Terkait Sungai Diuruk Jadi Jalan DPRD Kab. Bandung Didesak Mengusutnya

Senin, 21 Juli 2008

Saefudin (60), salah seorang tokoh masyarakat Desa Cimekar, Kec. Cileunyi, Minggu (20/7) mengatakan, DPRD Kab. Bandung didesak membentuk timsus untuk mengusut kasus sungai yang diuruk pengembang, karena mekanismenya dinilai tak jelas dan hanya menguntungkan salah satu pihak.

Jelas, kami selaku warga Cileunyi mendesak agar DPRD Kab. Bandung membentuk timsus dan segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi. Kalau dibiarkan terus, masyarakat akan bertanya-tanya. Kami tunggu kiprah anggota DPRD Kab. Bandung mengusut kasus ini.

Menurut Saefudin, dirinya tidak mempermasalahkan panjangnya sungai yang telah diuruk pengembang PT Margahayu Land tersebut. Panjang atau pendek sama saja, sungai telah diuruk. Yang pasti, proses pengurukan harus melalui mekanisme yang jelas, apalagi ini menyangkut daerah aliran sungai (DAS).

Ia juga menduga, di kawasan Kp. Pandawangi yang termasuk Desa Cimekar dan Cinunuk serta mulai dibangun perumahan ini, ada aliran sungai yang hilang. Untuk mencari aliran sungai yang hilang ini, jelas harus diusut. Tapi ini baru dugaan.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Forum Masyarakat Cileunyi (Formaci), Dudin. Bahkan selain meminta agar DPRD Kab. Bandung membentuk timsus untuk mengusutnya, Dudin juga meminta agar sungai yang telah diuruk dikembalikan ke fungsinya semula. Jika memang perizinannya telah ada, pihaknya minta agar dibatalkan karena dinilai cacat hukum.

Kami minta sungai yang diuruk dikembalikan ke semula dan kalau memang izinnya ada, dicabut saja karena ini bertentangan dengan Perda Pemprov Jabar No. 20 Tahun 1995 tentang garis sempadan sungai dan air. Kami pun minta semua pihak menyikapi kasus ini dan bertindak profesional.

Diberitakan, Sabtu (19/7), Bupati Bandung, H. Obar Sobarna, S.I.P. menegaskan, kendati ada pembangunan jalan kolektor yang menuju arah kawasan perumahan di Kp. Pandanwangi, Desa Cinunuk, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung, saluran drainase dan irigasi Ciasana yang berada di bawah jalan tersebut tetap harus ada.

Saluran irigasi tetap harus ada dan tidak boleh hilang. Dalam proses pembangunannya pun tidak harus merusak tatanan dan kondisi fisik yang ada. Pasalnya saluran irigasi milik negara, jangan sampai merugikan dan rakyat menderita. Kalau dulunya saluran irigasi ini (Ciasana) ada, ya tetap harus ada dan tidak boleh diganggu.

Sumber : Harian Umum Galamedia, Senin 21 Juli 2008

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Pokja Pemilihan Pengadaan Jasa Konstruksi Pekerjaan Renovasi Eksterior dan Interior Masjid Agung Al
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan program pemerintah pusat berupa bantuan teknis (bantek) y