Tol Soroja Ditawarkan Lagi ke Investor

Senin, 17 November 2008

Sesuai aturan, tender pembangunan jalan tol tersebut, minimal diikuti oleh tiga investor. Hingga saat ini, baru dua investor yang menyatakan minatnya.

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, Sofyan Sulaeman mengatakan, Sebelum dilakukan market sounding, kami dan beberapa pihak lain akan melakukan pertemuan untuk memastikan kesiapan terakhir. Khususnya terhadap pembagian pembiayaan sesuai dengan MoU yang telah dibuat.

Menurutnya, berdasarkan MoU, pembebasan lahan dibebankan kepada pemerintah daerah. Dalam hal ini, Pemprov Jabar harus menyediakan dana sebesar Rp 56,5 miliar, Pemkab Bandung Rp 43 miliar serta Pemkot Bandung Rp 15 miliar. Dana tersebut tidak diperhitungkan dalam investasi, tujuannya agar lebih menarik investor.

Dijelaskan Sofyan, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Tol Soroja adalah sekitar 97 hektare dengan perkiraan biaya sebesar Rp 229 miliar.Pemerintah daerah diberikan beban untuk setengah biaya pembebasan lahan. Sisanya ditanggung pemerintah pusat.

Dikatakannya, total biaya investasi yang dibutuhkan dalam pembangunan Tol Soroja mencapai Rp 1.021 triliun, termasuk biaya pembebasan lahan. Panjang jalan tolnya sendiri mencapai 8,7 kilometer. Jika termasuk interchange panjangnya jadi sekitar 15 kilometer.

Dikatakannya, untuk proses pengajuan dana ke pemerintah pusat, masih berada di Menko Ekonomi dan Keuangan (Menko Ekuin). Mudah-mudahan saja nanti saat rapat sudah diketahui hasilnya.

Bupati Bandung, Obar Sobarna, S.I.P. menyatakan, semua pihak diharapkan konsisten dengan MoU yang telah disepakati, dengan menganggarkan dana dalam anggaran belanja 2009 nanti. Pemkab Bandung sendiri telah menganggarkan dana tersebut dan kami harapkan dana dari provinsi bisa juga teranggarkan, termasuk Pemkot Bandun.

Obar mengaku, informasi terakhir tentang pendanaan dari pemerintah pusat, masih terganjal di Menko Ekonomi dan Keuangan. Tetapi dengan dukungan semua, hal itu bisa dilewati dan pemerintah pusat pun dapat memberikan dukungan melalui anggaran di APBN nanti.

Ketua DPRD Kab. Bandung, H. Agus Yasmin menyatakan, mewujudkan jalan Tol Soroja merupakan sebuah kebutuhan dan bukan prestasi yang membanggakan (prestisius, red).

Sebelumnya, Komisi D DPRD Jabar menilai Pemkab Bandung sangat serius mewujudkan keinginannya mewujudkan jalan Tol Soroja. Untuk itu, semua pihak yang terlibat dalam MoU harus sepakat mengalokasikan dana dalam anggaran 2009 nanti.

Menurut Ketua Komisi D DPRD Jabar, Adi Gunawan, Provinsi Jabar telah mengalokasikan dana sebesar Rp 30 miliar dari kebutuhan Rp 56 miliar. Tapi jumlah tersebut bukan sebuah harga mati. Pembangunan jalan Tol Soroja tidak bisa ditunda-tunda lagi dan tahun 2009 diharapkan sudah bisa dilaksanakan.
Sumber : Harian Umum Galamedia, edisi Minggu, 16 November 2008
BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Satuan Tugas (Satgas) penegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 Tahun 2017 tentang Kawasan
Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ditegaskan bahwa setiap masyarakat m