Wabup : CTPS Jangan Dianggap Sepele

Rabu, 18 Oktober 2017

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) tidak boleh dianggap sepele, karena dampaknya bisa luar biasa untuk peningkatan derajat hidup manusia.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Bandung H. Gun Gun Gunawan,S.Si.,M.Si usai acara peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPSS) tingkat Provinsi Jawa Barat, di Sekolah Dasar Negeri Jarisari 1 Kelurahan Manggahang Kecamatan Baleendah, Selasa (17/10).

"HCTPS Ini hampir sama dilakukan semua daerah. Maka untuk menggerakan lingkungan dan kebiasaan hidup sehat bersih, CTPS itu jangan dianggap sepele, bahkan harus terus digalakkan, karena dulu dengan sekarang kualitas airnya beda," ucap Gun Gun.

Menurut Gun Gun, digalakkannyan CTPS sangat berkaitan dengan perilaku hidup masyarakat yang kurang baik. Menurutnya waktu dulu, kualitas air masih terjaga bersih, kualitas udara juga segar. Namun saat ini tantangan adalah kualitas lingkungan yg menurun.

"Banyaknya polusi dan pencemaran, sehingga kalau dulu hanya cuci tangan di sungai terus langsung makan, jarang yang kena dampak sakit perut dan lainnya. Tapi sekarang sangat rentan dan yang paling mematikan adalah penyakit diare yg disebabkan bakteri dari tangan kita," imbuhnya.

Dia berharap, CTPS tersebut bisa terus disosialisasikan dan dikampanyekan. Tapi lanjutnya, tidak hanya untuk anak-anak saja melainkan untuk semua kalangan.

"Tahun ini SDN Jatisari Kelurahan Manggahang mendapat kepercayaan untuk menjadi lokasi peringatan HCTPSS 2017,tentunya ini akan menjadi motivasi juga penerangan bagaimana cara yang benar mencuci tangan. Memang sepele, tapi ada langkah-langkah yang harus diikuti untuk menekan dampak yg ditimbulkan dari kotoran di tangan kita," pungkas Dia.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jawa Barat R.Gisella Mizwar mengatakan, peringatan HTCPSS dari tahun ke tahun terus dilakukan secara rutin, dengan tujuan seluruh warga diharapkan mengikuti imbauan PBB, UNICEF, dan WHO, yaitu melakukan gerakan cuci tangan pakai sabun atau Global Handwashing Day.

"Gerakan ini merupakan kampanye dunia untuk menekan angka kematian pada anak. menurut data UNICEF pada 2008 sekitar 3,5 juta balita di dunia meninggal karna diare dan infeksi saluran pernafasan. di Indonesia sendiri diare masih menajdi penyakit mematikan nomor 2 pada balita dan nomor 5 pada semua umur," ungkapnya.

Menurut istri Wakil Gubernur Dedi Mizwar tersebut, dalam meningkatkan kesehatan anak dan menekan kematian anak khususnya di provinsi Jawa Barat dan di Kabupaten Bandung, cuci tangan pakai sabun harus dikampanyekan sejak dini demi kesehatan keluarga dan anak-anak.

Pihaknyapun telah menjalankan beberapa program untuk meningkatkan kesadaran cuci tangan pakai sabun, salah satunya melalui peringatan HCTPSS yang diikuti sekitar 500 anak tersebut.

Sementara Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Bandung Hj. Dian Ambang Gun Gun Gunawan menyerukan pentingnya mengajari anak mencuci tangan pakai sabun sejak usia dini.

"Anak kita harus sudah dibiasakan cuci tangan pakai sabun agar terbiasa. jangankan anak, kitapun yang sudah dewasa masih sering malas mencuci tangan menggunakan sabun. Padahal kebiasaan mencuci tangan pakai sabun berpengaruh besar terhadap kesehatan kita" tandasnya.

Acara yang digelar di SDN Jatisari tersebut dibuat cukup menyenangkan, salah satunya adalah kegiatan mewarnai telapak tangan menggunakan cat lalu mencapkannya di kain putih sebagai dukungan kegiatan HCTPSS, kemudian dilanjutkan mencuci tangan beramai-ramai yang dilakukan siswa siswi SD dan Taman Kanank kanak beserta para orang tua dan masyarakat sekitar.

Press Release Kominfo Setda.

BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Upaya pemerintah dalam penertiban pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) terus dilakuka
Panglima Kodam III Siliwangi Doni Monardo, menyatakan keterbukaanya untuk bersama-sama turun membang