Pilih Bahasa  bendera indonesia  
Menu
Profil Kepala Daerah
Info Penting
PILKADA 2010
Layanan Umum
Peraturan Daerah
Peraturan Bupati
Buku Tamu
LKPJ
LPPD
APBD
Profil Pedesaan
Dokumen Perencanaan
Pendidikan
Kepegawaian
RKPD 2011
M-CAP
WARMASIF
Kepada Masyarakat Kab. Bandung , jika anda memiliki unek-unek, saran ataupun kritik terhadap kinerja Pemerintahan Kab.Bandung dapat menyampaikan aspirasinya melalui layanan sms ke nomor (022) 70622222, PO BOX 999 atau surat langsung ke Pemerintah Kabupaten Bandung
Advertisement
Jalan Kertasari Tertutup Longsor di Tiga Titik Cetak E-mail
Kamis, 19 November 2009
    Akses jalan dari Kec. Kertasari menuju Kec. Pacet maupun Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, terputus total akibat tanah longsor, Rabu (18/11), sekitar pukul 14.00 WIB. Bencana seperti itu, sering terjadi di musim hujan akibat perbukitan di daerah Kertasari banyak ditanami sayur mayur.

    Saya tidak tahu longsor yang terjadi hari ini (kemarin, red) adalah yang ke berapa kali, karena setiap hujan pasti longsor, kata anggota DPRD Kab. Bandung asal Desa Cibeureum, Kec. Kertasari, K.H. Wawan Sofwan, Rabu (18/11).

    Menurut Wawan, longsor kali ini cukup parah karena terjadi di tiga titik, yaitu di Desa Cibeureum yakni di Kp. Cirawa, Kp. Neglasari Satu, dan Kp. Neglasari Dua. Masing-masing titik longsor sepanjang 300 meter yang menutupi badan Jalan Raya Kertasari. Akibatnya lalu lintas terputus sama sekali, baik dari Kertasari menuju ke Pacet maupun Kertasari ke Pangalengan.

    Warga pun tidak bisa keluar dari Kec. Kertasari, demikian pula dengan distribusi sayur mayur maupun angkutan bahan-bahan pokok juga terhenti. Saya sendiri masih bingung mau lewat jalan mana untuk pulang ke rumah di Desa Cibeureum setelah mendampingi kunjungan Menteri Kesehatan ke Majalaya.

    Menurut Wawan, seharusnya wilayah Kertasari yang merupakan hulu Sungai Citarum tidak menjadi sentra sayur mayur. Namun, warga ternyata lebih memilih menanam sayur mayur yang masa tanamnya singkat di areal perbukitan terjal.

     Akibatnya, setiap hujan turun, kata Wawan, pasti terjadi longsor, dan mengirimkan air bercampur lumpur ke wilayah Majalaya. Harus ada pergantian komoditas pertanian dengan mengganti sayur mayur ke tanaman lain yang lebih bisa menahan erosi. Minimal harus ada tumpang sari antara sayur mayur dengan tanaman keras.

    Wawan menilai, kebun sayur mayur seluas 70 hektare yang berada di perbukitan di pinggir Jln. Raya Kertasari harus dihijaukan untuk menekan terjadinya longsor. Seharusnya para petani yang menggarap lahan seluas 70 hektare tersebut diberi kompensasi agar bertani pada lahan-lahan lain yang lebih datar.

    Untuk jangka pendek, kata Wawan, masyarakat meminta Pemkab Bandung mengirimkan alat-alat berat untuk menyingkirkan tanah longsor tersebut. Kalau memakai alat-alat tradisional, tentu butuh waktu lama, karena material longsornya menutupi jalan raya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, dan Catatan Sipil Kab. Bandung, H. Djamu Kertabudi mengaku be lum menerima laporan secara resmi mengenai longsor yang terjadi di tiga titik di Kec. Kertasari. Kami akan berkoordinasi dengan Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (PBP) Kab. Bandung dan pihak kecamatan. Termsuk mengirimkan alat-alat berat untuk membersihkan material longsor dari badan jalan.

 

 

 

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat, Kamis 19 Nopember 2009 

 
< Sebelum   Sesudah >
Links Terkait
DEPKOMINFO
DEPDAGRI
JABARPROV
BPKP
BAPPENAS
INDONESIA.GO.ID
Informasi Pengunjung

Terdapat 3 tamu online

Lowongan
Link lain
 
© 2010 Web Kabupaten Bandung
Untuk Tampilan terbaik gunakan Internet Explorer 6.0, dengan resolusi 1024x768