Pilih Bahasa  bendera indonesia  
Menu
Profil Kepala Daerah
Info Penting
PILKADA 2010
Layanan Umum
Peraturan Daerah
Peraturan Bupati
Buku Tamu
LKPJ
LPPD
APBD
Profil Pedesaan
Dokumen Perencanaan
Pendidikan
Kepegawaian
RKPD 2011
M-CAP
WARMASIF
Kepada Masyarakat Kab. Bandung , jika anda memiliki unek-unek, saran ataupun kritik terhadap kinerja Pemerintahan Kab.Bandung dapat menyampaikan aspirasinya melalui layanan sms ke nomor (022) 70622222, PO BOX 999 atau surat langsung ke Pemerintah Kabupaten Bandung
Advertisement
Ketuk Tilu Cetak E-mail
Selasa, 22 Desember 2009

    Dikalangn rakyat pada waktu itu dikenal ketuk tilu yang dalam sejarahnya adalah kesenian yang berfungsi sebagai upacara menyambut panen padi yang merupakan ungkapan rasa syukur terhadap Dewi Sri ( dewi padi ) upacara dilakukan pada malam hari yang mengarak seorang gadis sebagai lambang dewi sri dengan diiringi bunyi- bunyian dan arak- arakan yang berhenti pada suatu tempat biasanya di lapangan / tempat yang luas dimana gadis akan duduk di bambu dekat oncor ( lampu minyak tanah). Ketuk tilu merupakan perkembangan dari skanisme yang pada masa itu masyarakat menganut paham animisme dan dinamisme. Nama ketuk tilu diambil dari alat musik  pengiringnya yaitu 3 buah ketuk ( bonang ) sebagai pemberi pola irama rebab sebagai memainkan lagu , kendang indung ( besar ) dan kulanter ( kecil ) untuk mengatur dinamika tari/ kendang yang didampingi kecrek sebagai pengiring irama dan gong pemberi batas - batas kalimat lagu.dalam perkembangannya tarian tersebut menjadi tarian pergaulan di mana pria dan wanita menari berpasangan  diman penari wanita disebut ronggeng.

    Bentuk pertunjukan ketuk tilu terdapat beberapa jenis tarian yang sesuai dengan lagu pengiringnya penyajian tarian tersebut diawali dengan tatalu- arang-arang fungsinya untuk membuka dan menutup peralihan lagu dan istirahat, tatalu berfungsi juga sebagai pengumpul penonton / tanggara bahwa ada pertunjukan ketuk tilu selanjutnya ronggeng memasuki areena panggung dengan mengawali gerak jajangkungan kemudian wawyangan dimana ronggeng menyanyi dan menari , dengan munculnya ronggeng lulugu kemudian diikuti oleh ronggeng pangberep sebagai primadonanya sebelum nya diperdengarkan lagu kidung kembang gadung lagu tersebut sebagai persembahan untuk karuhun agar kita diberi keselamatan dalam pertunjukan tersebut . Sebelum menari ( laki dan wanita) bersama biasanya diawali dengan ibing tunggal / ibing jago terdiri dari 3 lagu diantaranya lagu Cikeruhan , Cijagran, dan mamang. di daerah kaleran disebut ewag . mengahiri tarian pamogoran dengan tari oray- orayan dan diiringi lagu ucing- ucingan.

    Gerak tari ketuk tilu diantaranya goyang , pencak, muncid, gitek dan geol ditambah dengan gerak sehari-hari (spontaniatas) , cingeus . nama gerak ketuk tilu antara lain depog/ ewag, ban karet, bajing luncat, bongbang, meulit kacang , oray -orayan, kalawit , jerete, torondol, balik bandung, balungbang, dll. lagu-lagu yang digunakan adalah lagu kidung, erang, kagok, kaji-kaji, polontosmo, golektrak, tunggul kawung, sorong dll. Kostum yang dipakai menggunakan kebaya / apok, sinanjang sabuk dan asesoris seperti gelang dan kalung warna pakaian biasanya yang mencolok . Untuk laki- laki baju kampret, celana pangsi , ikat kepala , sabuk kulit , golok sebagai lambang kejantanan biasanya para jawara memakai gelang bahar dan warna baju gelap.

 
< Sebelum   Sesudah >
Links Terkait
DEPKOMINFO
DEPDAGRI
JABARPROV
BPKP
BAPPENAS
INDONESIA.GO.ID
Informasi Pengunjung

Terdapat 19 tamu online

Lowongan
Link lain
 
© 2010 Web Kabupaten Bandung
Untuk Tampilan terbaik gunakan Internet Explorer 6.0, dengan resolusi 1024x768