40 Desa Di Kabupaten Bandung Peroleh Bantuan Ecovillage

Selasa, 03 Januari 2017

Sebanyak 40 desa yang tersebar di 22 kecamatan Kabupaten Bandung menerima bantuan program Pembangunan Desa Berbudaya Lingkungan (Ecovillage) Bantuan tersebut berupa puluhan motor bak sampah, belasan mesin pengayak bahan pupuk organik, alat pencacah pupuk organik, rumah kompos dan belasan biogas.

Bantuan dari DAK (Dana Alokasi Khusus) Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (RI) ini, secara simbolis diserahkan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, H.Deddy Mizwar kepada Desa Sumbersari (Ciparay), Buahbatu (Bojongsoang) dan Desa Cisondari (Pasirjambu) pada acara Serah Terima Hibah Barang Daerah yang bertempat di Aula Kantor Desa Buahbatu Kecamatan Bojongsoang, Jumat (30/12/2106).

Turut mendampingi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir.H.Sofian Nataprawira, MP, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat Dr.Ir. Anang Sudarna, Ph.D dan Kepala BPLH Kabupaten Bandung Ir.Atih Witartih.

Anang Sudarna menjelaskan dalam program ini menurut Anang pihak Provinsi Jabar mengerahkan 16 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bekerjasama dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung, Sumedang dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dari 175 desa di wilayah cekungan Bandung tersebut, ungakap Anang, sebanyak 164 desa berada di wilayah Kabupaten Bandung Bantuan kendaraan dan sarana perlengkapan untuk pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung tersebut, kata Anang dalam upaya mendukung percepatan implementasi program Citarum Bestari (Bersih Sehat Indah dan Lestari) yang diusung Provinsi Jawa Barat yang telah dilakukan sejak tahun 2014 melalui Ecovillage.

"Program Citarum Bestari telah dicanangkan pada tahun 2014 di Desa Majasetra Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung dan akan berakhir pada 2018 nanti. Walaupun program ini akan berakhir di tahun 2018 tapi kita berharap air sungai citarum sudah bersih dan bisa dimanfaatkan untuk aktivitas warga sebelum program Citarum Bestari ini berakhir," harap Anang Sudarna.

Lebih jauh Anang menjelaskan kriteria penerima bantuan dilihat dari aspek keaktifan kepala desa, para kader, pendamping dan fasilitator Ecovillage di desa. Kemudian juga kertesediaan Bank Sampah dan tanah carik desa untuk lahan pengelolaan rumah kompos di desa harus ada.

"Alhamdulillah dari 164 desa di Kabupaten Bandung sebagian besar sudah memiliki Bank Sampah. Memang sudah seharusnya masyarakat dilibatkan juga dalam penanggulangan sampah. Karena setiap orang dan masyarakat merupakan penghasil sampah. Secara moral dan tindakan masyarakatpun harus ikut bertanggungjawab," tandasnya.

Wagub Deddy Mizwar mengatakan untuk membangun karakter dan prilaku masyarakat dalam berbudaya lingkungan harus disertai rasa optimis dan senantiasa dilakukan dengan keikhlasan.

"Ketika berupaya secara phisik jangan lupa kita pun harus selalu berdo'a kepada Allah SWT. Karena atas izin-Nya, Allah akan menolong seluruh upaya kita," ucap Deddy Mizwar.

Dalam kesempatan itu, tidak henti-hentinya Deddy mengingatkan warga untuk tidak menebang pohon, membuang sampah industri dan rumah tangga sembarangan ke sungai.

"Dalam program Ecovillage, memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak untuk bekerjasama agar program ini tidak berakhir sia-sia. Hal terkecil yang dapat dilakukan adalah saling mengingatkan satu sama lain untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai," ucapnya pula.

Sementara itu, Sekda Sofian Nataprawira mewakili Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas bantuan tersebut. "Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan menambah semangat kerja para pelaku program ecovillage dalam melaksanakan tugas dan perannya," imbuh Sofian.




Sumber : Rilis Humas Setda Kabupaten Bandung
BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperin) Kabupaten Bandung memberikan 80 Sertifikat Halal, 25
Dinas Pertanian Kabupaten Bandung menyelenggarakan 1st International Coffee Festival 2017 pada tangg