Tangani Kasus Kekerasan Seksual P2TP2A Perluas Jaringan Kerja

Kamis, 16 Februari 2017

Dalam upaya mengoptimalkan pencegahan dan penanganan kasus korban kekerasan seksual dan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) di Kabupaten Bandung, P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) Kabupaten Bandung memperluas Jaringan Kerja (Jaker).

Merperluas Jaker, menurut Ketua P2TP2A Kabupaten Bandung, Hj.Kurnia Agustina Dadang M.Naser perlu dilakukan mengingat kejadian yang sering menimpa kelompok rentan ini kian meningkat.

Kurnia Agustina mengakui untuk menangani para korban tersebut pemerintah daerah dan pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Butuh penanganan secara komprehensif dan sinergitas semua pihak. Seluruh lapisan masyarakat harus ikut terlibat dan mengambil peran pada kasus yang mencabik-cabik rasa kemanusiaan ini.

"Bayangkan jika kasus ini menimpa keluarga kita. Bagi saya 1 kasus saja sudah terlalu banyak, Saya berharap kasus kekerasan ini tidak meluas di wilayah Kabupaten Bandung," ucap Kurnia saat melakukan pertemuan dengan sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) di Rumah Jabatan Bupati Bandung di Soreang, Selasa (14/02/2017).

Nia, sapaan akrab istri dari Bupati Bandung ini mengatakan untuk menangani para korban dibutuhkan pendekatan-pendekatan khusus yang hanya bisa dilakukan oleh ahlinya. Nia menilai bukan sesuatu yang mudah bisa mengorek keterangan dari para korban, butuh metode khusus.

Karena sudah dipastikan akibat kasus yang menimpa dirinya, mereka mengalami trauma dan rasa ketakutan. Dalam melakukan pendekatan itu, tambah Nia pihaknya sudah bekerja sama dengan JARI (Jaringan Relawan Independen). JARI ini beranggotakan para ahli psikolog dari beberapa perguruan tinggi.

"Dalam pola kerjanya, para psikolog ini terlebih dahulu membangun kepercayaan para korban. Sehingga mereka merasa nyaman dan mau terbuka mengungkap kejadian yang menimpa dirinya", ucapnya.

Tak hanya menggandeng JARI, dalam melakukan pendampingan korban, P2TP2A juga menjalin kerja sama dengan Lembaga Advokasi Hak Anak (LAHA), SAPA Institut, Save The Children dan KPAD (Komisi Perlindungan Anak Daerah) Kabupaten Bandung.

Sedangkan dalam upaya pencegahan, P2TP2A bersama para pekerja sosial ini melakukan tindakan preventif melalui gerakan "Go To School", mengingat korban kekerasan seksual ini mayoritas menimpa anak-anak sekolah. Pada saat ini, pelajar SMP menjadi sasaran prioritas. Karena dari kasus yang ada, pelaku kekerasan seksual merupakan seorang anak dan pelajar.

"Kami lakukan secara terintegrasi dan terpadu. Sehingga kita menjadi tahu dan faham, apa, siapa dan berbuat apa dalam melakukan pendampingan baik terhadap korban maupun pelakunya,"katanya.

Sementara dalam kedudukannya sebagai Ketua TP PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Bandung, Nia tidak hanya berfokus pada kesembuhan para korban. Keberlangsungan hidup mereka kedepannya menjadi perhatiannya pula, terutama dalam memberdayakan perekonomian keluarganya.

Data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bandung mencatat dari beberapa kasus KDRT, sebanyak 16 korban sudah sembuh dan mendapatkan bantuan berupa uang masing-masing senilai 5 juta rupiah. Uang tersebut mereka jadikan modal usaha.Berbagai usaha mereka lakukan. Dari mulai menjual keripik, kerupuk dan ranginang, kredit alat rumah tangga hingga membuka warung. Malah dari usahanya ini, diantara mereka sudah ada yang memiliki omset hingga senilai 12 Juta rupiah per bulannya.

"Alhamdulillah, selain mereka sudah move on, mereka sekarang dapat hidup normal kembali dan ekonomi keluarga pun berjalan. Tak kalah menggembirakan, sejumlah korban ini sekarang ikut menjadi pendamping dan membantu kita menangani kasus KDRT lainnya", imbuhnya pula.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung, Dra.Hj. Nina Setiana, M.Si mengatakan dalam upaya mengentaskan kemiskinan, pihaknya sudah membangun SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) Penanganan Kemiskinan Sabilulungan.

Sistem ini merupakan unit layanan satu atap khusus melayani kepentingan warga miskin. Salah satu fungsi unit layanan ini diantaranya adalah untuk menampung data-data para korban kekerasan yang kerap menimpa pada keluarga miskin untuk ditindaklanjuti bersama.

Selain itu, lanjut Nina untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat pada tahun ini pihaknya sudah membangun Puskessos (Pusat Kesejahteraan Sosial). "Puskessos ini akan tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bandung, sehingga memudahkan warga untuk melaporkan kejadian- kejadian yang terjadi pada lingk ungannya", tambahnya pula.

Press Release Bagian Kominfo Setda
BERLANGGANAN
BERITA LAINNYA
Upaya pemerintah dalam penertiban pengelolaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) terus dilakuka
Panglima Kodam III Siliwangi Doni Monardo, menyatakan keterbukaanya untuk bersama-sama turun membang